Berita :: GLOBALPLANET.news

Sejumlah pekerja sedang melakukan pengerjaan perbaikan jalan ambrol di kawasan Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum) Sungai Payang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Jumat (5/10/2018). (Foto: Rody Hartono)

05 Oktober 2018 13:51:43 WIB

EMPAT LAWANG, GLOBALPLANET - Progres pengerjaan perbaikan jalan ambrol di kawasan Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum) Sungai Payang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, belum mencapai 50 persen. Karena itu, pengendara yang melintas di kawasan itu, diharapkan untuk tetap hati-hati karena saat ini kawasan itu hanya dapat dilalui satu jalur kendaraan saja.

"Kalau ditanya berapa persen yang sudah, saya kira itu belum mencapai 60 persen. Masih panjang pekerjaan itu, belum lagi penimbunan apalagi sampai pengaspalan," ungkap Hasmayadi, salah seorang pengawas lapangan perbaikan jalan tersebut saat dibincangi wartawan di lokasi, Jumat (5/10/2018).

Dijelaskannya, perbaikan jalan ambrol tersebut, menggunakan paku bumi, karena memang kontur tanahnya sangat labil. "Jika tidak menggunakan paku bumi, saya rasa perbaikannya tidak akan bertahan lama akan kembali ambrol," terangnya.

Dia mengaku tidak tahu sejak kapan dimulainya pengerjaan perbaikan jalan ambrol tersebut. Sebab dirinya mulai bekerja di kawasan itu, baru satu bulan terakhir. "Saya mengawasi pekerjaan ini diperintahkan atasan saya. Nama perusahaan, saya tidak tahu. Kapan jalan ambrol ini terjadi, rasanya sebelum lebaran lalu, itu kejadiannya," katanya.

Sementara itu, salah seorang warga sekitar, Nur mengatakan, kelompok pekerja yang saat ini melaksanakan perbaikan jalan ambrol tak jauh dari tempat tinggalnya itu, merupakan kelompok pekerja kedua.

"Sebelum mereka ini, yang masang paku bumi itu orang dari Medan (Sumatera Utara)," ujar Nur.

Diungkapkannya, para pekerja dari Medan tersebut, pernah ada seorang yang alami kecelakaan saat melakukan pengeboran dan sempat dibawa ke rumah sakit dan dipulangkan ke Medan. "Saya tidak mau lagi mengingatnya, jari tangan kirinya sampai remuk ngeri saya melihatnya," kata Nur.

Kecelakaan itu terjadi kata dia, karena korban salah memegang bagian alat bor, sehingga jari tangannya terjepit sampai remuk. "Pemborongnya juga, penunggu sana (mahluk halus, red) minta disedekahi Kambing, tapi dikasih ayam. Untung saja selama proyek ini berjalan tidak ada korban nyawa," pungkasnya.

Reporter : Rody Hartono Editor : M.Rohali 80