Berita :: GLOBALPLANET.news

Dua putri Gubernur Sumsel Herman Deru (HD), Leony Marezza Putri dan Ratu Tenny Leriva menyerahkan hewan langka jenis Kukang ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Selasa (9/10/2018). (foto: ist).

09 Oktober 2018 16:58:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Dua putri Gubernur Sumsel Herman Deru (HD), Leony Marezza Putri dan Ratu Tenny Leriva menyerahkan hewan langka jenis Kukang ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Selasa (9/10/2018).

Hewan langka tersebut bukan peliharaan keduanya, melainkan mereka beli di pasar dengan tujuan untuk diselamatkan. Tindakan keduanya diharapkan diikuti masyarakat lainnya yang menemukan atau memelihara hewan langka secara pribadi.

“Waktu itu kami ke Pasar Burung rencananya mau beli ikan hias. Suami saya iseng-iseng tanya ke pedagang apakah menjual Burung Hantu, tapi malah pedagang itu mengeluarkan kotak sepatu dan menawarkan kuskus,” ujar Leony ditemui di depan BKSDA di Palembang.

Karena penasaran, kata dia, bersama suami langsung membuka kotak sepatu tersebut. Terkejutlah mereka melihat dalam kotak itu ada hewan kukang. Melihat hewan itu, suaminya pun memberitahu jika Kukang merupakan hewan langka yang dilindungi, dan jika sengaja memeliharanya bisa dikenakan sanksi.

“Kami kasihan, dan tahu juga kalau kukang ini dilindungi. Kasihan diperjualbelikan seperti itu, jadi kami beli Rp350 ribu dan serahkan ke petugas BKSDA," tambah dia.

Leony juga berharap, kedepan pihak yang berwenang dapat melakukan kegiatan razia secara rutin di Kota Palembang agar hewan-hewan langka yang dilindungi bisa tetap terjaga dan tidak punah.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha BKSDA Provinsi Sumsel Sunyoto menjelaskan, Kukang yang diserahkan secara sukarela ini berjenis kelamin perempuan. Selain itu, Kukang tersebut juga termasuk hewan yang dilindungi dan ada sanksi jika memang diperdagangkan maka dapat dipenjara sampai 5 tahun dan denda Rp100 juta.

“Kukang termasuk hewan yang dilindungi sesuai Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990. Penyebaran hewan ini sendiri hanya ada di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa,” ungkap Sunyoto.

Dikatakan dia, setelah hewan ini diterima, pihaknya selanjutkan akan melakukan pemeriksaan fisiknya, dan jika sudah siap akan dilepasliarkan.

“Kalau fisiknya sehat nantinya akan kita lepasliarkan di kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan di Banyuasin,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat di Sumsel dilarang menangkap dan memilihara satwa langka, salah satunya Kukang. Untuk itu, apabila menemukan masyarakat dapat menyerahkan ke BKSDA, untuk drehabilitasi dan dilepasliarkan kembali.

“Bagi masyarakat yang masih menyimpan atau memelihara Kukang atau pun satwa langka lainnya kami imbau lebih baik menyerahkan ke BKSDA Sumsel,” tutupnya.

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 499