Berita :: GLOBALPLANET.news

YPS ( Kampus STIE Serelo Lahat) yang berada di Jalan Ribang Kemambang, Kabupaten Lahat. (Foto: Ist)

10 Oktober 2018 15:08:00 WIB

LAHAT, GLOBALPLANET - Mantan Sekda Lahat H Imron Marus, dilaporkan para pendiri Yayasan Pendidikan Serelo (YPS), ke Polisi. Yang bersangkutan diduga telah memposisikan dirimnya sebagai pendiri sehingga menguasai Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Lahat, yang merupakan YPS.

Berdasarkan aktenotaris nomor 30 tanggal 30 Januari 1995, YPS, didirikan oleh Drs H Solichin Daud, Kompol (purn) H Amran Nasoha SH, Prof H Buchari Rahman dan Ir Zulkifli Idrus. Namun, tahun 2010 H Imron Marus bersama Rustian dan Tri Dharmanto mengubah akte pendirian.

Imron Marus memposisikan sebagai pembina YPS. Sedangkan status para pendiri dihilangkan atas terbitnya perubahan akte itu.

"Bergulirnya waktu, lahir Undang-undang Nomor 16 tahun 2001 tentang Yayasan. Saat itu para pendiri semestinya mendaftarkan ke Kemenhumham," kata Herman Manzah SH, kuasa hukum Solichin Daud dan kawan-kawan, Rabu (20/10/2018)

Awalnya para pendiri yang merasa dirugikan melayangkan somasi terhadap Imron Marus. Namun, somasi tersebut tidak direspon. Tanggal 26 September 2018 lalu, melalui kuasa hukumnya, para pendiri melaporkan Imron Marus ke Polda Sumsel dengan nomor laporan, LPB/734/IX/2018.

"Akibat perubahan akte notaris itu, sekarang mereka (Imron Marus dkk) menguasai khususnya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), yang merupakan YPS," tegasnya.

Menurut Rahman, terlapor (Imron Marus) dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum, dengan mengubah akte pendirian. Imron Marus diduga telah melanggar pasal 263 dan 266 KUHP.

"Dengan laporan secara pidana ini kami berharap Imron Marus mengembalikan hak pendiri. Upaya ini dilakukan karena Imron Marus sudah lama menguasai STIE dengan cara-cara melawan hukum," sampainya.

Reporter : Ferry Andhika Editor : M.Rohali 124