Berita :: GLOBALPLANET.news

Kapolres prabumulih AKBP Tito Travolta Hutahuruk saat konferensi pers terkait pengungkapan sejumlah kasus. Salah satunya komplotan bandit yang biasa mengincar nasabah bank. (foto: hardoko susanto)

10 Oktober 2018 15:48:43 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET - Aksi komplotan bandit lintas provinsi yang mengincar nasakah bank berakhir di Mapolres Prabumulih, Sumsel. Modus komplotan ini yakni gembos ban atau memecahkan kaca mobil warga yang baru usai mengambil uang dari bank.

Terungkapnya komplotan ini setelah salah satu korban, Hendri melapor telah menjadi korban pencurian saat dirinya menggantikan ban mobil yang bocor kempes. Dalam kejadian tersebut, Hendri mengalami kerugian uang Rp50.000.000.

Senin (8/10/2018) pukul 14.30WIB, Hendri mengambil uang tunai sebesar di bank Mandiri di kompleks Pertamina Prabumulih. Kemudian korban parkir di depan toko kain bollywod samping bank BCA, untuk membeli ponsel.

Saat keluar, ban mobilnya kempes dan langsung dilakukan pergantian. Usai menganti ban, usai yang disiampan di bawah jok sudah tidak ada di tempat.

Kapolres prabumulih AKBP Tito Travolta Hutahuruk mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan, Selasa (9/10/2018) pukul 17.00WIB, tim Gabungan Gurita Polres Prabumulih bersama Team Gurita Polsek Prabumulih Barat, berhasil menangkap pelaku Pelaku Curat (Modus Gembos ban Nasabah Bank), Saldi Nopi di Muara Enim. Lalu Rabu (8/10/2018) pukul 01.00WIB tertangkap Egal Bin Nurdin di Ogan Ilir.

“Pelaku 4 orang, dan yang sudah kita amankan baru dua, sisanya masih DPO. Sedangkan untuk identitas DPO sendiri sudah kita kantongi dari nyanyian kedua temanya,” ujar Kapolres.

Barang bukti yang diamankan, 1 unit motor, uang sejumlah Rp4,5 jt, 1 lembar baju warna hitam, 1 buah tas selempang warna hitam, 1 lembar celana pendek warna biru merk moschino, 1 buah helm warna hitam putih dan sepasang sandal.

“Untuk pelaku dikenakan pasal 363 KUHP, dan untuk pelaku DPO kita akan koordinasikan lagi, yang pasti tetap kita kejar,” tegasnya.

Dari hasil pengakuan tersangka Elga, dia pernah beroperasi di beberapa wilayah, di antaranya tahun 2014 gembos ban atau pecah kaca di wilayah Pekanbaru.

Tahun 2015 gembos ban dan pecah kaca di Kota Lombok, mendapatkan uang sebanyak Rp90 juta. Tahun 2016 gembos ban atau pecah kaca kurang lebih 20 TKP untuk wilayah Bekasi. Tersangka sendiri pernah ditahan di Polres Bekasi.

Reporter : Hardoko Susanto Editor : Zul Mulkan 141