Berita :: GLOBALPLANET.news

Musim kemarau panjang yang terjadi saat ini, membuat petani tidak bisa melakukan tanam padi. Untuk itu sebagian petani padi di OKU Timur melakukan alih fungsi dengan menanam kangkung Cabut. (foto: dadang dinata)

11 Oktober 2018 10:17:00 WIB

OKUT, GLOBALPLANET - Kemarau panjang yang masih melanda, memaksa petani berinovasi karena tidak dapat menanam padi. Mensiasati musim kering saat ini, sebagian petani padi di OKU Timur mengalih fungsi lahan dengan menanam kangkung Cabut.

Diungkapkan seorang petani, Udin Tamong (45) warga Kebun jati, Kecamatan Pakusengkunyit, OKU Timur, Sumsel. Menurutnya, sekarang petani melakukan alih fungsi untuk menanam sayuran berupa kangkung cabut. Hal ini untuk menyikapi musim kemarau ini, agar lahan tetap produktif.

“Ketika musim kemarau di tahun ini saya manfaatkan lahan untuk menanam kangkung. Hasilnya juga cukup lumayan untuk menambah penghasilan ekonomi sehari-hari,” ungkapnya, Kamis (11/10/2018).

Pertimbangannya memilih untuk menanam kangkung cabut ini karena dari proses penanaman hingga panen, tidak terlalu lama. "Pada saat usia nya sudah mencapai 21 hari kangkung yang kita tanam ini sudah bisa kita panen," tambahnya.

Tiga hari sekali, dia memetik hasil panen yang tergolong baik. Dalam satu pekan mendapat hasil puluhan ikat kangkung.

“Harga kangkung juga sedang naik, tengkulak saja berani membeli Rp750 per ikat. Harga ini naik ketimbang tahun lalu yang hanya Rp 500 per ikat. Bahkan saat ini sampai ada yang menjual Rp 1.000 per ikat,” sebutnya.

Reporter : Dadang Dinata Editor : Zul Mulkan 210