Berita :: GLOBALPLANET.news

Penyerahan Tersangka dan Barang bukti kasus jual beli Ofsetan dan Kulit Beruang telah dilimpahkan ke Kejari Lampung Barat, baru - baru ini. (foto:ist)

11 Oktober 2018 10:29:00 WIB

LAMPUNG, GLOBALPLANET - Kasus perdagangan satwa liar dilindungi cukup marak terjadi di Provinsi Lampung. Untuk itu, para tersangka perdagangan satwa dilindungi yang ditangkap Agustus lalu, terus diproses dan telah memasuki tahapan pelimpahan atau penyerahan berkas dan tersangka serta barang bukti ke Kejaksaan Negeri Lampung Barat.

Diharapkan proses persidangan berjalan baik dan cepat serta diketahui masyarakat, sehingga menjadi efek jera bagi kejahatan lingkungan hidup.

Untuk diketahui, awalnya empat tersangka  ditangkap Tim Seksi III Gakkum LHK Wilayah Sumatera, Kepolisian dan Tim Reasi Cepat (TRC) Balai Besar TNBBS, karena  hendak menjual beruang madu (Helarctos Mayanus) yang telah mati dalam bentuk opsetan, di Dusun Sangsadu, Pekon Sukamaju Kecamatan Ngaras Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, 11 Agustus 2018, silam. Diamankan barang bukti (BB) berupa satu Opsetan Beruang Madu (Helarcetos malayanus), dua lembar kulit utuh Beruang Madu (Helarcetos malayanus), satu ponsel, dan sejumlah sepeda motor.

Empat tersangka ini A, H, F, dan M sebagai pemilik, pengangkut dan penadah. Kasus ini juga dikembangkan kepada 6 orang pelaku perburuannya. Hasil pengembangan, beruang diburu menggunakan senapan gejlug yang sudah dimodifikasi dan telah diproses hukum oleh Penyidik Polres Lampung Barat.

Penyidik menjerat 10 pelaku dengan Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 Ayat (2) huruf a, huruf b, dan atau huruf d Undang-Undang RI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman Pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Berkas perkara sindikat jual beli ofsetan dan kulit beruang ini telah dinyatakan lengkap dan diserahkan kepada JPU, Kejaksaan Negeri Lampung Barat tanggal 9 Oktober 2018.

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera, Edward Sembiring, S.Hut, M.Si mengucapkan terimakasih kepada Tim Gakkum KLHK Sumatera Selatan, Kepolisian Resort Lampung Barat, Balai Besar TNBBS dan TRC Balai Besar TNBBS yang telah bekerja sama dengan baik sehingga kasus ini bisa diungkap.

“Kami berharap, tangkapan ini dapat diketahui oleh khalayak ramai sehingga memberi efek jera bagi para pelaku kejahatan lingkungan hidup,” katanya.

Selanjutnya Edward Sembiring berharap proses persidangan dapat dilaksanakan secepatnya untuk memberikan kepastian, kemanfaatan dan keadilan hukum. Semoga putusannya nanti memberikan efek jera bagi pelaku dan juga pihak-pihak lain yang selama ini terlibat.

 

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 373