Berita :: GLOBALPLANET.news

Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin bersama Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan Kementerian PU PR, Deded Permadi Sjamsudin dan Plt Kepala Dinas PU PR Muba Herman Mayori saat meninjau pekerjaan peningkatan jalan dengan aspal hotmix yang menggunakan campuran Skat, di Desa Mulyo Rejo, Kecamatan Sungai Lilin, Kamis (11/10/2018). (Foto: Amarullah Diansyah)

11 Oktober 2018 13:53:43 WIB

MUBA, GLOBALPLANET - Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mulai menerapkan teknologi terbaru dalam pembangunan jalan. Kali ini, teknologi campuran aspal dengan serbuk karet alam terkativasi (Skat) diterapkan untuk pertama kali di Bumi Serasan Sekate, bahkan di Indonesia.

Uji coba aspal karet tersebut dilakukan di jalan Desa Mulyo Rejo, Kecamatan Sungai Lilin sepanjang 465 meter. Dimana pengaspalan jalan desa tersebut menggunakan campuran serbuk karet alam teraktivasi sebanyak 8,49 ton.

"Tahap pertama ini, kita uji coba 465 meter dengan menggunakan teknologi skat," ujar Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin dalam kegiatan launching pekerjaan peningkatan jalan dengan aspal hotmix yang menggunakan campuran Skat, di Desa Mulyo Rejo, Kecamatan Sungai Lilin, Kamis (11/10/2018).

Menurut orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini, uji coba yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kualitas dan ketahanan aspal karet dengan teknologi Skat yang pertama kali digunakan.

"Nanti kita coba teknologi latex. Lalu kita lihat mana yang paling tahan dan paling baik menyerap karet alam milik petani. Selanjutnya, kita buatkan ketetapan agar seluruh jalan yang dibangun di Muba menggunakan campuran karet," jelas Dodi.

Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan Kementerian PU PR, Deded Permadi Sjamsudin, mengatakan, karet alam yang dicoba untuk diserap dan diterapkan pada sektor jalan sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

Namun, sambung dia, untuk teknologi Skat, baru pertama kali diterapkan di Indonesia yakni di Kabupaten Muba. "Inovasi bisa datang dari mana saja, dalam hal ini ada inovasi Skat campuran antara serbuk karet alam dan aspal," kata dia.

Sejauh ini, kata Deded, teknologi aspal bercamlur karet yang digunakan Kementerian PU PR yakni teknologi berbasis cair atau latex. Dimana karet langsung dicampur dengan aspal, untuk di Sumsel telah diterapkan di Jalan Nasional Tebing Tinggi-Lahat sepanjang 11 Km.

"Teknologi Skat ini patut diapresiasi, untuk konvensional dapat dilalui 15.000 lintasan dengan tonase besar, teknologi Skat ini bisa 2.500 lintasan. Namun, teknologi Skat ini masih perlu dilakukan pengembangan agar lebih baik lagi," terang dia.

Sementara, Plt Kepala Dinas PU PR Muba, Herman Mayori, menambahkan, terdapat tiga teknologi yang digunakan dalam aspal karet yakni teknologi berbasis latex atau karet cair, teknologi berbasis masterbek atau kompon padat, dan terknologi berbasis serbuk karet sekat. "Untuk uji coba ini, kita gunakan teknologi ketiga yakni aspal bercampur serbuk karet alam," tandas dia.

 

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : M.Rohali 526