Berita :: GLOBALPLANET.news

Ilustrasi (dok/globalplanet).

11 Oktober 2018 16:06:00 WIB

PALI, GLOBALPLANET - Kesadara masyarakat di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang ingin membuat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) cukup tinggi. Masyarakat terdorong sosialisasi yang intensif dilakukan instansi terkait.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten PALI, selain terus melakukan sosialisasi, juga melakukan pembenahan dalam proses pelayanan.

Kepala DPMPTSP Kabupaten PALI Son Haji SE MM MSI mengatakan, bahwa pembuatan IMB sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No 2 tahun 2017.

"Sesuai dengan motto kita orang cerdas urus IMB dan itu gratis tanpa ada pungutan biaya apapun. Alhamdulilah saat ini masyarakat secara perlahan terus melakukan pembuatan IMB, untuk itu kami terus berupaya memberikan pelayanan yang maksimal," ujarnya, Kamis (11/10/2018)

Dia mengungkapkan, jumlah perizinan yang menjadi kewenangan pihaknya saat ini mengalami kenaikan menjadi 98 jenis perizinan dari sebelumnya yang hanya 76 saja. Untuk itu, pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan yang mudah dan cepat.

"Kita juga terus berbenah di DPMPTSP Kabupaten PALI ini terutama dalam kedisiplinan bekerja staf kita. Jadi masyarakat tidak perlu waktu lama untuk mengurus seluruh perizinan yang diinginkan di kita," pungkasnya.

Untuk informasi, IMB (Izin Mendirikan Bangunan) adalah perizinan yang diberikan oleh Kepala Daerah kepada pemilik bangunan untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku. IMB merupakan salah satu produk hukum untuk mewujudkan tatanan tertentu sehingga tercipta ketertiban, keamanan, keselamatan, kenyamanan, sekaligus kepastian hukum. 

Dengan adanya IMB akan melegalkan suatu bangunan yang direncanakan sesuai dengan tata ruang yang telah ditentukan. Selain itu, adanya IMB menunjukkan bahwa rencana kostruksi bangunan tersebut juga dapat dipertanggungjawabkan dengan maksud untuk kepentingan bersama.

Reporter : Eko Jurianto Editor : Taufiq Akbar 140