Berita :: GLOBALPLANET.news

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Palembang, Kamis (11/10/2018). (foto: adi kurniawan).

11 Oktober 2018 18:21:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Sebanyak 110 orang dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) diterjunkan ke lokasi bencana di daerah Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), untuk melakukan pendampingan terhadap pemerintah daerah.

"Tepatnya hari Selasa kemarin kita terjunkan personel, selanjutnya pada hari Rabu para PNS di sana mulai melakukan Apel walaupun 60% PNS, tetapi mereka sudah kerja walaupun belum berani memasuki ruang kerjanya," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Palembang, Kamis (11/10/2018).

Namun Tjahjo mengungkapkan bahwa sampai hari ini tata kelola Pemerintahan di Sulteng khsususnya Palu telah berjalan. Dan pihaknya selalu memonitor ke semua daerah pemerintahan yang terkena dampak bencana.

"Itu merupakan tugas kita hanya terhadap tata kelola pemerintahan, saat ini sudah menginventaris gedung-gedung SKPD dan pemda yang rusak, termasuk mengecek jumlah desa dan kelurahan mana yang bisa berfungsi atau yang tidak," ungkapnya.

"Mulai dari Provinsi hingga tingkat desa sekalipun, harus tetap menjalankan pemerintahannya, walau dengan menggunakan tenda," ujarnya lagi.

Selain itu, Tjahjo mengharapkan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dapat melakukan jemput bola, ke masyarakat hilang kartus identitas seperti KTP, sehingga dapat dibantu dengan direkam ulang.

"Juga bagi masyarakat terkana dampak bencana yang ingin melaporkan kehilangan kartu identitas seperti KTP dan KK dapat langsung menemui pihak terkait Dukcapil untuk melakukan pembaruan identitas," harapnya.

Dari hasil data yang dihimpun Kemendagri, untuk kota Palu sebanyak 59 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) meninggal dan 40 pegawai Pemda saat sedang mengikuti kegiatan meninggal dunia.

 

Reporter : Adi Kurniawan Editor : Zul Mulkan 48