Berita :: GLOBALPLANET.news

Kasi Kesejahteraan, Penghargaan dan Mutu PTK Sri Hartini, SE, MM. (Foto: Ist)

12 Oktober 2018 11:33:30 WIB

OKUT, GLOBALPLANET - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur menekankan agar guru, kepala sekolah dan pengawas di Bumi Sebiduk Sehaluan, harus melaksanakan 40 jam beban kerja dalam satu minggu pada Satuan Administrasi Pangkal (Satminkal) yang terdiri dari 37,5 jam kerja efektif dan 2,5 jam istirahat.

Hal ini berdasarkan Berdasarkan Permendikbud nomor 15 tahun 2018 tentang pemenuhan beban kerja guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah.

“Selain itu, beban kerja guru, kepala sekolah dan pengawas dalam Permendikbud nomor 15 tahun 2018 diantaranya guru harus merencanakan, melaksanakan, menilai, membimbing, melatih dan melaksanakan tugas tambahan,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur Drs M Ali MM melalui Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dodi Purnama, ST, MM didampingi Kasi Kesejahteraan, Penghargaan dan Mutu PTK Sri Hartini, SE, MM, pada Jumat (12/10/2018).

Sedangkan bagi guru yang mendapatkan tugas tambahan lain contohnya wakil kepala sekolah, kepala program keahlian, kepala laboratorium, bengkel maupun unit produksi dan pembimbing khusus wajib melakukan pemenuhan minimal 24 Jam Tetap Mengajar (JTM).

"Selanjutnya untuk tugas tambahan guru lainnya tentang pendidikan di sekolah diantaranya wali kelas, pembina OSIS, pembina ekstrakulikuler, koordinator PKB/PKG, guru piket, ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1), penilai kinerja guru, pengurus organisasi/asosiasi guru, tutor pada pendidikan jarak jauh Dikdasmen wajib memenuhi pelaksanaan pembelajaran JTM sedikitnya 18 JTM dalam satu minggu. Sedangkan untuk guru Bimbingan Koseling (BK) wajib melakukan sedikitnya membimbing empat rombel (kelas)," imbuhnya.

Jika guru mata pelajaran (Mapel) tidak dapat memenuhi kewajiban pembelajaran selama 24 jam, guru yang bersangkutan dapat melaksanakan pembelajaran pada satuan kerja pendidikan (sekolah) lain, tapi harus masih masuk dalam satu zona yang ditetapkan oleh Dinas sesuai dengan peraturan perundang-undangan,katanya.

"Karena ini berhubungan dengan guru penerima tunjangan profesi (TPG), apabila tidak dapat memenuhi beban mengajar 24 JTM, data pada aplikasi SIM Tunjangan tidak valid dan tidak dapat diterbitkan Surat Keterangan Tunjangan Profesi (SKTP)," tambahnya.

Sekarang rekap data pra SK pertanggal 9 Oktober 2018, data guru yang sudah valid dan sudah diusulkan SKTPnya baru sebanyak 1.679 orang. Sedangkan data yang belum memenuhi syarat sebanyak 924 orang yang terdiri dari kepala sekolah dan guru Mapel. Untuk data kepala sekolah saat ini masih tahap proses penarikan Dapodik dari sekolah yang dilakukan oleh Dirjen GTK serta 46 pengawas menunggu validitas dari pusat.

"Saat ini jumlah guru di OKU Timur yang telah mendapatkan sertifikasi sebanyak 2.063 orang dan pengawas sebanyak 46 orang. Yang belum mendapatkan sertifikasi sebanyak 1.076 orang. Diharapkan kedepan guru-guru di OKU Timur dapat memahami dan mengetahui seluruh peraturan sesuai dengan Permendikbud, agar dapat mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata," terangnya

Reporter : Dadang Dinata Editor : M.Rohali 118