Berita :: GLOBALPLANET.news

Ferry / Nampak beberapa baleho caleg yang dipasang di pohon, di Jalan RE Martadinata, Keluarahan Bandar Agung Lahat. (Foto: Ferry Andhika)

12 Oktober 2018 16:28:00 WIB

LAHAT, GLOBALPLANET - Para calon legislatif untuk DPRD Kabupaten Lahat maupun Provinsi Sumatera Selatan, mulai narsis memajang foto wajahnya di baleho-baleho di muka umum seputar Kota Lahat. Mirisnya para caleg ini tega mengorbankan keindahan kota dengan merusak pohon yang selama ini jadi peneduh Kota Lahat.

Padahal KPU sudah jelas menetapkan, terkait zona-zona terlarang dipasangnya baleho caleg. Seperti di ruas jalan protokol Kota Lahat, isntansi pemerintahan, perkarangan tepat ibadah, taman, hingga terpasang di pohon.

"Diikat saja tidak boleh, apalagi sampai di paku dipohon. Kita juga ingin menciptakan suasana pemilu yang ramah lingkungan," ujar Ketua KPU Lahat, Samsurizal Nusir, Jumat (12/10/2018).

Sayangnya seperti yang terlihat jelas di sepanjang jalan RE Martadinata, Kota Lahat, dan Jalan Kol Burlian, sepanjang jalan dari SPU Bandar agung hingga simpang tiga Lembayung ini, berjejer terpajang baleho Caleg DPRD Sumsel yang terpasang di pohon. Diantaranya caleg dari PKS nomor urut 1 atas nama Ridwan, dan caleg dari PPP nomor urut 10 atas nama Rozi Ardiansyah.

"Seharusnya para calon wakil rakyat ini bisa lebih bijak dalam berkampanye, dengan tidak merusak pohon. Apalagi salah satunya masih berstatus anggota dewan," ujar Ismed, tokoh pemuda di Lahat.

Ismed juga menuturkan, aturan zona terlarang bagi beleho caleg, harusnya bisa ditindak tegas oleh Bawaslu Lahat. Dengan cara segera berkoordinasi dengan partai politik, dan instansi terkait seperti Satpol PP. Bila perlu langsung menggerakkan Banwascam, untuk menurunkan baleho yang dinilai melanggar aturan itu.

"Banwaslu nya dulu yang harus tegas. Kalau lama di surat peringatan, bisa-bisa seluruh pohon nanti penuh dengan baleho caleg. Selain itu calegnya juga harus bermodal. Mosok anggota dewan yang terhormat, pasang baleho di pohon," sindirnya.

Reporter : Ferry Andhika Editor : M.Rohali 137