Berita :: GLOBALPLANET.news

Motor sampah masuk ke lorong perumahan warga untuk mengambil sampah. (Foto: Yayan Darwansah)

17 Oktober 2018 09:38:47 WIB

PAGARALAM, GLOBALPLANET - Sudah dua pekan pengangkutan sampah hingga lorong-lorong sempit dilakukan petugas kebersihan menggunakan motor sampah. Namun, upaya ini masih kurang sosialisasi. Akibatnya, petugas kebersihan kerap mendapati masyarakat yang belum tahu akan pengangkutan sampah tersebut.

Deddy Juansyah (37) petugas kebersihan menuturkan, pihaknya saat ini mengangkut atau mengambil sampah yang tidak bisa dijangkau truk sampah. Namun, pihaknya masih menemui kendala lantaran masih banyak warga yang tidak tahu akan adanya aktivitas pengambilan sampah kerumah-rumah secara langsung.

"Sambil keliling kami juga melakukan pemberitahuan. Ada masyarakat yang sudah aktif dan menempatkan sampah di depan rumah setiap hari untuk diangkut, banyak juga yang belum tahu," kata Juansyah, Rabu (17/10/2018).

Akan tetapi, kata Juansyah, ada juga beberapa daerah yang belum mengetahui yang kemungkinan besar belum diberitahu. Akibatnya, ketika keliling masuk kampung tidak ada yang mengumpulkan sampah.

"Ada satu lingkungan yang sudah empat kali kita masuk untuk mengambil sampah. Namun, sampah juga tidak ada. Mungkin mereka tidak diberitahu," kata dia.

Ditambahkannya, pengangkutan sampah masuk lorong ini untuk menghindari pembuangan sampah di sungai seperti yang terjadi selama ini. Untuk itulah, diharapkan ada pemberitahuan agar pihaknya bisa mengangkut sampah warga.

"Untuk pengangkutan sampah ini warga akan dikenakan retribusi Rp5.000 setiap rumah. Hal ini untuk operasional kendaraan yang membutuhkan BBM 2 liter perhari. Banyak warga yang setuju sehingga pengangkutan terus dilakukan," kata dia.

Sementara itu, Niar (54) warga Dusun Pagaralam menyambut baik pengangkutan sampah ini. Dengan begitu, pihaknya lebih mudah membuang sampah ketimbang selama ini.

"Selama ini truk tidak masuk kesini dan hanya mengambil sampah di tepi jalan. Akibatnya, sampah kami timbun. Dengan adanya pengangkutan ini kami lebih mudah membuang sampah," tukasnya.

Reporter : Yayan Darwansah Editor : M.Rohali 323