Berita :: GLOBALPLANET.news

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga. (Foto: Ist)

19 Oktober 2018 19:47:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Upaya pemerintah untuk Penetapan Pemeringkatan Gua Harimau yang berada di Bukit Karang Sialang, Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Ogan Komering Ulu (OKU), sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) harus memenuhi syarat yang sudah dibahas dalam sidang Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) tingkat Nasional di Solo.

“Sebenarnya ini hasil usul sidang TACB tingkat nasional di Solo, mengusulkan kembali situs gua harimau. Tetapi di situ ada berdebatan antara situs atau kawasan. Tapi keinginannya kawasan, karena lebih dari penyelamatan. Ketika ditetapkan maka ada aksi penyelamatan untuk itu, sehingga ada pemeliharaan, pelestarian dan sebagainya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga, usai Rakor pemeringkatan kawasan Gua Harimau di ruang Rapat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Jumat (19/10/2018)

Menurut Irene, situs tersebut sudah siap, namun kementerian lebih menyarankan kawasan. Untuk kawasan, minimal ada dua situs, sehingga pihaknya harus menunggu hasil TACB provinsi

“Nah di sinilah ada miskomunikasi dari TACB Kabupaten. Tapi sudahlah, kemaren mereka sudah ditetapkan, dan tinggal TACB provinsi dituntut pekerjaannya selama satu bulan ini. Sebelum sidang TACBN di Banyuwangi, kami harus bisa melakukan kajian terhadap kawasan yang diusulkan, termasuk Gua Putri,” ujarnya.

Tahapan untuk ditetapkan, lanjut dia, sebagai kawasan cagar budaya nasional, yaitu ditetapkan sebagai TACB kabupaten/kota, kemudian ditetapkan peringkat di tingkat provinsi kemudian ditetapkan di sidang TACBN.

“Sebenarnya kabupaten/kota boleh langsung mengusulkan tingkat TACB tingkat nasional, namun di Sumsel cuma ada di Provinsi, karena Provinsi Sumsel sudah ada TACB yang sudah asissment,” bebernya.

Dikatakan Irene, ditargetkan tahun ini dua kawasan yang akan diusulkan yaitu kawasan cagar budaya nasional Gua Harimau, yang terdiri dua situs yaitu situs Gua Harimau dan Gua Putri, dan kawasan Bumi Ayu yang tinggal administrasi.

Sementara itu, Kepala Subdit Registrasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Desse Yussubrasta M.Hum menjelaskan, bahwa kawasan Gua Harimau harus ada ketetapan dari pemerintah kabupaten dan provinsi

“Untuk jadi Kawasan Cagar Budaya Nasional, harus ada dua situs paling sedikit dalam arti ditetapkan kawasan, tapi karena belum ada penetapan menteri, harusnya ada penetapan oleh bupati atau wali kota. Lalu diperingkatkan oleh provinsi dan ke nasional, peluang Gua Harimau sangat besar karena istimewa,” bebernya

Menurutnya, status gua harimau sudah ditetapkan oleh bupati OKU untuk situs cagar budaya kabupaten, yang menjadi sasaran selanjutnya Gua Putri karena ada potensi juga menjadi situs cagar budaya,

“Nah di nasional sudah dibahas juga Gua Putri menjadi Situs Cagar Budaya, tapi menunggu ketetapan dari bupati dulu. Tapi harusnya dikomunikasikan ke provinsi lalu ke nasional, untuk mendasari situs cagar budaya secara nasional,” katanya

Untuk menjadi kawasan, sambung dia cagar budaya minimal sudah ada legalitas untuk melestarikan kawasan cagar budaya, seluruh kawasan itu sudah didasari putusan hukum dengan terbitnya SK mendikbud tentang peringkat nasional

“Aspek penetapan tersebut, untuk melindungi kawasan itu sebagai kawasan cagar budaya. Selain itu mungkin program selanjutnya misalkan pelestarian, pemanfaatan dan pengembangan, jadi yang harus dilakukan dengan zonasi, peruntukkan lahan, rencana induk pelestarian dan badan pengelola,” pungkasnya.

Reporter : Adi Kurniawan Editor : M.Rohali 335