Berita :: GLOBALPLANET.news

Asap terlihat menggantung di Kota Palembang pada pekan pertama Oktober 2018 lalu. (foto: dok).

02 November 2018 17:37:17 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Satgas dan status siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2018 telah berakhir 31 Oktober lalu. Berdasarkan data, terdapat enam kabupaten di Sumsel dengan karhutla tertinggi di tahun ini.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori mengatakan, berdasarkan data, sepanjang 2018 Karhutla mencapai 37.362 hektare di yang tersebar di beberapa daerah yang paling tinggi. Daerah tersebut yakni Ogan Komering Ilir (OKI), Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), dan Kabupaten Musi Rawas.

"Jadi dari beberapa daerah tersebut memang lahan yang paling tinggi terbakar yakni pada daerah Ogan Komering Ilir (OKI) dengan luasan lahan mencapai 19.402 hektare. Hal tersebut dikarenakan kondisi lahan di Kabupaten OKI kebanyakan lahan gambut sehingga sangat sulit dipadamkan serta mudah terbakar saat terjadi kekeringan," katanya di Palembang, Jumat (2/11/2018).

Lahan yang terluas selain OKI yakni Kabupaten Banyuasin dengan luasan lahan mencapai 5.812 hektare, lalu Kabupaten Muara Enim seluas 4.404 hektare serta Kabupaten Ogan Ilir seluas 3.577 hektare.

"Untuk daerah lainnya ada juga (karhutla) tapi luasannya relatif kecil hanya puluhan hingga ratusan hektare. Tetapi memang paling banyak lahan terbakar itu di OKI," ujarnya.

Seperti diketahui, Pemprov Sumsel resmi mencabut status siaga Karhutla, Kamis (1/11/2018). Pencabutan ini sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumsel yang mana siaga Karhutla ini diterapkan pada 1 Februari hingga 31 Oktober 2018. "Dengan dicabutnya status siaga karhutla maka seluruh operasi ini dihentikan termasuk dengan operasional pesawat," bebernya.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Satgas Karhutla H. Iriansyah, S. Sos, M. Kes mengatakan, Sumsel merupakan provinsi yang rawan kebakaran hutan dan lahan, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi Tahun 2015 sangat mengganggu dan mengancam hidup dan kehidupan manusia.

"Kondisi terakhir setelah Status Siaga Darurat Ini Cuaca di Provinsi Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang sudah relatif cukup baik, dengan mulai turun hujan pada beberapa wilayah Provinsi Sumatera Selatan, masih ada beberapa daerah yang belum terkena hujan (hujan belum merata)," pungkasnya.

Reporter : Adi Kurniawan Editor : Zul Mulkan 65