Berita :: GLOBALPLANET.news

Kepala Ombudsman Perwakilan Sumsel M Adrian Agustiansyah. (foto: adi kurniawan).

05 November 2018 19:17:03 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Ombudsman perwakilan Sumatera Selatan akan terus mendorong perbaikan layanan publik di Provinsi Sumsel. Pasalnya, dalam penilaian ombudsman, pelayanan publik di Sumsel belum sepenuhnya berjalan efektif atau tidak memenuhi UU NO 25 tahun 2009.

Kepala Ombudsman Perwakilan Sumsel M Adrian Agustiansyah mengatakan, pihaknya baru melakukan penilaian kepatuhan penyelenggara layanan publik di beberapa kabupaten dan kota di Sumsel. Hasilnya cukup mengagetkan, sebab mayoritas masih berada di kategori kuning dan merah.

"Untuk tahun ini diumumkan Desember nanti. Tapi penilaian tahun-tahun sebelumnya masih banyak yang kuning dan merah," katanya, usai pertemuanya dengan Gubernur Sumsel, Senin (5/11/2018).

Ia menjelaskan, dari hasil survei uji penilaian tahun 2017 di beberapa kabupaten daerah Sumsel, hanya Kota Palembang, Lubuk Linggau, dan Pemprov Sumsel yang masuk kategori zona hijau. Sedangkan Kabupaten OKI, Lahat, Prabumulih, masuk kategoti zona kuning. Dan OKU Induk masuk kategori zona merah.

"Untuk kategori kuning dan merah terjadi selama tiga tahun berturut-turut, tidak ada perubahan atau peningkatan," ujarnya.

Mengenai hasil survei sejauh ini di Sumsel, mengenai data laporan pengaduan di Sumsel diakuinya terus mengalami peningkatan tiga tahun terakhir. Yakni tahun 2015 berjumlah 124 laporan, tahun 2016 meningkat menjadi 134 laporan, dan tahun 2017 mencapai 189 laporan.

"Instansi yang banyak dilaporam keluhan masyarakat, yakni Pemerintah daerah, Dinas Pertanahan dan kepolisian," bebernya.

Penilaian tersebut baru dilakukan dalam aspek fisik setiap instansi. Seperti kemudahan mendapatkan informasi, kelengkapan fasilitas secara umum, fasilitas bagi difabel, dan lainnya.

"Kalau fisiknya saja buruk, tentu pengaruhnya pelayanan aparaturnya juga. Dari situ kita bisa menilai sendiri. Oleh karena itu, kami minta pemerintah daerah harus meningkatkan pelayanan publik, minimal sama dengan apa yang dilakukan perbankan. Untuk bank-bank sudah baik," pungkasnya.

Reporter : Adi Kurniawan Editor : Zul Mulkan 234