Berita :: GLOBALPLANET.news

Jaka Pranata dan Rudiansyah dua pemuda pengecer narkoba di kawasan perairan di Mariana Banyuasin, Sumsel digiring petugas Ditpolairud Polda Sumsel, Selasa (6/11/2018). (foto: rio siregar).

06 November 2018 16:06:15 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Jaka Pranata (29), warga Desa Mariana, Banyuasin, Banyuasin, Sumatera Selatan kembali ditangkap terkait peredaran narkoba di tempat tinggalnya. Jaka sebelumnya dipenjara dengan kasus yang sama dan bebas 2017 lalu.

Kali ini Jaka ditangkap bersama rekannya Rudiansyah oleh anggota Direktorat Polairud Polda Sumsel dengan barang bukti 16 paket kecil sabu, di wilayah perairan Sungai Musi Desa Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sabtu (3/11/2018).

Menurut pengakuan Jaka, sabu yang ditemukan dari tangannya diedarkan di sekitar tempat tinggalnya dengan harga bervariasi mulai dari Rp100 sampai 200 ribu perpaket.

“Yang beli rata rata orang sekitar tempat tinggal saya itulah, beragam profesi mulai dari nelayan sampai remaja,” katanya saat dihadirkan di Mapolairud Polda Sumsel, Selasa (6/11/2018).

Diakui pria lajang ini, bahwa dirinya pernah mendekam selama dua tahun tujuh bulan di Lapas Narkotika Serong, Banyuasin dalam kasus yang sama. “Saya bebas tahun 2017 lalu, kalau sabu ini saya dapatkan dari Rudiansyah, sewaktu ditangkap sabu ini saya simpan dalam kantong celana,” ungkapnya.

Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Imam Thabroni mengatakan, kedua pelaku ditangkap saat akan mengedarkan barang haram di wilayah perairan di Desa Mariana, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

“Meskipun bukan bandar besar, yang ditangkap ini menandakan bahwa di wilayah perairan di Sumsel rawan peredaran narkoba. Untuk itu Polairud berkomitmen memberantas peredaran narkoba diwilayah pesisir perairan di Sumsel,” tandasnya

Reporter : Rio Siregar Editor : Zul Mulkan 88