Berita :: GLOBALPLANET.news

Oktavianus, 58, alias Armus, pematung yang sudah "Go internasional" saat ditemui di tempatnya bekerja di Jalan Soekarno Hatta. (Foto: Ina Parlina

25 Oktober 2017 16:36:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) harus diakui peranannya dalam perekonomian masyarakat Indonesia. Para pelaku UMKM terbukti memberikan kontribusi besar pada daerah dan Negara. Seperti yang telah dilakukan pematung yang berada di Jalan Soekarno Hatta Palembang. Salah satunya Oktavianus, 58 tahun, atau biasa disapa dengan Armus. Kepada tim globalplanet.news, Armus berbincang, menuturkan pengalamannya sebagai pematung “Go internasional”.

Berbekal kemampuan seni pahat membuat patung yang dipelajari secara otodidak, tidak disangka membawanya melanglang buana ke Malaysia hingga menginjak kaki negara New Zealand.

Tidak kurang selama 11 bulan, Armus menjalani kehidupan dan bekerja di Daerah Okland, New Zealand, pada tahun 1998. Sebelum itu, ia tinggal di Kota Kinabalu, Malaysia selama tiga tahun dalam rentang tahun 1995 hingga 1998. Armus bisa terbang ke New Zealand, bermula melalui perkenalannya dengan seorang datuk Malaysia, yang membawanya untuk bekerja ke New Zealand.

"Awalnya saya kenal seorang datuk di Malaysia. Dia suka sama karya saya yang bernuansa Chinese. Dia ajak saya untuk mengerjakan proyek rumahnya yang ada di New Zealand mulai dari taman dan perumahan di sekitarnya," tuturnya saat dijumpai globalplanet.news di “Depot Seni Patung Dedi”, Rabu (25/10/2017).

Sudah 40 tahun Armus menggeluti dunia seni pahat, sehingga baginya menjadi seniman patung sudah mendarah daging dan tidak terpisahkan lagi dari kehidupannya. Meskipun sudah cukup tua, Armus tidak pernah merasa lelah dan sangat bersemangat saat mengerjakan proyek patung yang ia kerjakan.

Di Indonesia sendiri, Armus sudah menjelajahi berbagai provinsi dan kota. Selama di Malaysia pun dirinya banyak mendatangi kota dan negara bagian lain seperti Kuala Lumpur dan Malaysia. "Saya tidak pernah punya rencana bahwa hidup saya akan bisa sampai seperti ini. Alhamdulillah bertahun-tahun menggeluti dunia seni ini tetap tidak membuat saya jenuh, malah tanpa sadar membawa saya hingga bisa ke negara orang. Tidak ada profesi lain yang cocok untuk saya meskipun hasilnya tidak tetap tapi saya nyaman," ungkapnya.

Dengan sebuah patung yang dikerjakan, Armus bisa mendapatkan sekitar Rp4 hingga Rp12 juta tergantung ukuran dan bentuk patung yang dipesan. Hasil karya milik Armus, lebih banyak bernuansa Chinese, karena ia sangat menyukainya. Hasil karya miliknya ini juga sangat detail dan terlihat istimewa, padahal itu hasil karya yang dipelajari bertahun-tahun secara otodidak.

Untuk pesanan yang paling banyak, dilanjutkan Armus, yaitu patung Harimau dan Burung Gagak. Pemesannya pun dari berbagai daerah di Indonesia. Armus hanya butuh waktu dua minggu untuk menyelesaikan sebuah pesanan patung dengan ukurang cukup besar. "Saya kalau nggak di sini, saya biasanya dapat panggilan untuk kerjakan proyek di luar kota," katanya.

Dedi Kurniawan, Pemilik Sanggar Seni Dedi, tempat Armus bergabung mengatakan, selama ini pihaknya memiliki kesulitan dalam pemasaran meskipun sudah berdiri sejak tahun 2006. Masih banyak yang belum tahu, bahwa di tempat tersebut mereka menerima pesanan dekorasi taman, pot, relief, dan patung. Desain yang ditawarkan lebih banyak ukiran bunga dan naga, namun bagi masyarakat yang ingin request bentuk patung tertentu, tetap bisa dan dilayani. Datang langsung ke depot miliknya di Jalan Soekarno Hatta, tepat di samping Jalan Jepang dan Seberang RM Tirta Anugerah.

"Di sini, ada empat perajin. Kita biasanya menerima pesanan satu bulan sebelumnya apalagi kalau pesanan yang diinginkan itu banyak. Banyak pesanan patung di Kota Palembang berasal dari kami, hanya saja selama ini mungkin masih ada yang tidak tahu dengan lokasi kami. Seni patung yang kita hasilkan bisa dijamin hasilnya, di Amazon itu salah satunya mereka percayakan hasil karya kami," ujarnya.

Reporter : Ina Parlina Editor : Hertha Della 864