Berita :: GLOBALPLANET.news

Ketua DPRD kota Prabumulih H. Ahmad Palo beserta rombongan lainya, mengecek lokasi Pasar Tradisional Modern (PTM 2). (Foto: Hardoko Susanto).

08 November 2018 16:50:03 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih, Ahmad Palo SE meminta pemerintah setempat dalam hal ini Wali Kota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM menunda relokasi pedagang pasar ke gedung PTM 2 Prabumulih.

“Kita harapkan pemerintah kota menunda dululah rencana untuk merelokasikan para pedagang ini. Kita dengarkan dulu semua pihak untuk mencari jalan yang terbaik bagi para pedagang,” tegas Ahmad Palo saat dibincangi awak media usai meninjau bangunan gedung PTM 2 Prabumulih yang dikeluhkan pedagang untuk segera direlokasikan, Kamis (8/11/2018).

Ia mengatakan, untuk menyelesaikan masalah pasar tersebut, pihaknya mengimbau kepada pihak terkait untuk terlebih dahulu melepaskan semua atribut kepentingan dan jangan bermain di atas kepentingan.

“Di sini para pedagang tidak mau dipindahkan karena memang setelah kita melakukan peninjauan ke gedung PTM 2 ini ada beberapa bagian bangunan yang memang tidak layak untuk ditempatkan para pedagang ini,” jelasnya.

Mengenai hal itu, kata Palo pihaknya pun akan segera memanggil pihak-pihak terkait agar bisa melakukan koordinasi guna menyelesaikan permasalah relokasi pasar tersebut.

“Dan tentu kami akan mencarikan jalan terbaik karena dikalangan para pedagang ini sudah banyak sekali keluhan mereka. Makanya nanti akan kita sampaikan ke pemerintah kota mana yang terbaik,” kata dia.

Ia mengatakan, masalah relokasi pasar merupakan suatu yang dilema, karena beberapa waktu lalu pun pihaknya sudah meminta pihak Pemkot Prabumulih untuk melakukan perbaikan beberapa bagian bangunan drainase di gedung PTM 2 Prabumulih yang tidak berfungsi.

“Kami kan juga pernah pada waktu banjir dulu meminta pihak PU untuk membongkar selokan ini, tapi kenapa genangan air masih sampai ke dalam gedung ini,” bebernya.

Lebih lanjut Ketua DPRD kota Prabumulih ini menegaskan, rencana relokasi pedagang dengan segera dilakukan Pemkot Prabumulih itu, bukanlah bukan solusi. Sebab dengan kondisi gedung PTM 2 Prabumulih seperti sekarang ini pihaknya menganggap dan menilai tidak layak untuk ditempati.

“Kita lihat kalau di gedung PTM 1 ini kan cukup besar tempat-tempatnya sangat berbeda dengan bangunan di PTM 2 ini. Kalau memang kondisinya tidak layak iya jangan dipaksakan lah. Mari semua pihak, kita sama-sama carikan solusinya yang terbaik,” tandasnya.

Pantauan di lapangan, Ketua DPRD kota Prabumulih beserta beberapa anggota dewan dari Komisi 2 DPRD kota Prabumulih sekitar pukul 13.30 WIB tiba di lokasi gedung PTM 2 Prabumulih. Digedung itu, direncanakan pihak Pemkot Prabumulih untuk segera merelokasi ribuan pedagang Pasar Inpres Prabumulih.

Berdasarkan agenda rapat dengar pendapat antara DPRD Kota Prabumulih di Komisi 2 dengan pedagang dan beberapa instansi terkait, beberapa hari kemarin hampir tak menemukan jalan tengah yang bisa disepakati bersama.

Sebab, sebagian pedagang bertahan pada argumennya masing-masing serta bersikeras penolakan relokasi ke gedung PTM 2 tersebut.

Reporter : Hardoko Susanto Editor : M.Rohali 96