Berita :: GLOBALPLANET.news

Caleg DPD RI Siska Marleni (dua dari kanan) dan Dewi Ratih Anggraini dalam diskusi Ngopi Bung FK, Kamis (8/11/2018). (Foto: Rachmat Kurniawan)

08 November 2018 20:50:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Pandangan berpolitik cantik disampaikan Siska Marleni S.E Calon DPD RI Dapil Sumsel dan Dewi Ratih Anggraini Calon DPRD Dapil 2 Sumsel Partai Amanat Nasional (PAN) pada diskusi Ngobrol Pintar dan Inspiratif BungFK (Faturakhman) di Lord Café, Kamis (8/11/2018).

Menurut Siska Marleni, masyarakat ingin adanya wakil perempuan untuk mengatasi masalah, maka regulasi pun membuat adanya keterwakilan perempuan. Sehingga ia pun membagikan tips untuk 'Berpolitik cantik'.

"Politik itu untuk siapa saja, tentang bagaimana cara untuk mensejahterakan rakyat. Tips berpolitik secara cantik menurut saya tak hanya dari penampilan fisik, namun silaturahmi dengan masyarakat yang tetap terjalin dengan begitu kita dapat dikenali masyarakat dan mendekatkan diri seperti ada 'chemistry' bahasa milennialnya," tutur Siska.

Bukan sebuah rahasia lagi jika seorang calon legislatif haruslah mengimbangi apa yang telah diraihnya dengan kinerja yang bagus, sehingga masyarakat tak merasa dikhianati.

"Cantik berpolitik itu harus santun, tulus, dan etis terlepas dari politik itu bagi orang adalah uang politik itu kekuasaan. Bagi saya politik paling cantik itu tetap jalin silaturahmi, membangun kedekatan emosional dengan masyarakat," ujarnya.

Yang menjadi prioritasnya adalah dana bagi kelurahan yang harus disetarakan dengan dana desa yang sebesar RP 1 Milyar.

"Selama ini kan dana Kelurahan 'nyantol' di Kecamatan, maka dari itu di tingkat Kelurahan juga perlu berbagai penambahan fasilitas, masa kalah sama Desa yang sudah Rp 1 Milyar anggarannya. Dana untuk kelurahan ini juga kan sedang diperjuangkan DPD ke Kemendagri," tegasnya

Sementara itu, Caleg Cantik untuk DPRD Sumsel, Dwi Ratih Anggraini mengatakan, berpolitik cantik itu, wakil rakyat harus mengetahui terlebih dahulu problem yang dihadapi di daerah pemilihan agar saat terpilih dapat menyelesaikan problem yang dihadapi warganya.

“Problem yang dihadapi saat ini adalah ketimpangan sosial, maka dari itu saya akan konsen pada 2 hal yaitu, akses kesehatan bagi warga dan pendidikan berkelanjutan,” terangnya.

Yang akan dilakukan secara rutin nantinya akan membuat kader – kader kesehatan yang di dalamnya bisa bekerja sama dengan kampus kesehatan di Palembang, kemmudian soal pembangunan rumah – rumah produktif tapi sebelumnya diberikan pendidikan keterampilan terlebih dahulu.

“Nah program – program ini akan menjadi aspirasi yang akan diperjuangkan di legislatif,” kata dia

Dikatakan Ratih, Problem Palembang yang multikompleks membutuhkan legislatif yang pro pada kepentingan masyarakat khususnya peraturan daerah yang mengakomodir kepentingan tenaga kerja.

“Data ini menjadi referensi bagi saya secara pribadi untuk berjuang di legislatif mengingat hal yang penting saat ini diperhatikan adalah “Politik Keberpihakan” ," pungkasnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 234