Berita :: GLOBALPLANET.news

Ketua KONI Kota Palembang Suparman Romans (foto: adi kurniawan).

09 November 2018 14:35:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Pekan Olahraga Kota (Porkot) Palembang X yang akan bergulir 11-18 November 2018 mendatang dipastikan tanpa cabang olahraga (Cabor) Pencak Silat, lantaran kisruh internal. Kekisruhan yang terjadi terkait adanya dua versi dalam tubuh organisasi yang menaungi pencak silat tingkat Kota Palembang.

Ketua KONI Kota Palembang Suparman Romans mengatakan, sebelum terjadi pembatalan, sudah ada kesepakatan bahwa urusan internal tidak dikaitkan dengan Porkot. Artinya pihaknya mengedepankan kepentingan atlet, jadi seluruh atlet diakomodir dan diberikan kesempatan bertanding.

"Jadi pembatalan tidak dipertandingan di Porkot sudah sudah melalui proses panjang seperti mediasi, kompromi, musyawarah antar kedua belah pihak. Waktu itu sudah diadakan pertemuan dan mendapatkan hasil sepakat," katanya, Jumat (9/11/2018).

Keputusan KONI untuk meninggalkan cabor Pencak Silat, karena pada saat technical meeting (TM), salah satu pihak meminta atlet dari pihak perguruan di pihak lainnya dicoret dari Porkot. Hal itu memicu protes dari pihak lainnya dan KONI harus mengambil putusan.

"Mendapatkan laporan tersebut, akhirnya kita memanggil kedua pihak yang berseteru, dan KONI harus mengambil langkah cepat dengan memutuskan yang mana terbaik. Nah, karena pada saat dirapatkan tidak ada jalan keluar yang baik atau kesepakatan, maka kita (KONI Kota Palembang) mengambil keputusan membatalkan pertandingan untuk cabor pencak silat," ujarnya.

Menurutnya, pertimbangan tersebut diambil karena dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan di lapangan, bukan tidak mungkin terjadi kontak fisik. Apalagi ini merupakan olahraga yang memang kontak fisik, jadi lebih baik dibatalkan.

"Bukan saja cabor pencak silat yang terjadi kisruh internal, juga cabor Sepatu Roda. Tetapi mereka memahami serta ada klarifikasi dari kedua belah pihak bahwa diputuskan semua atlet sepatu roda akan diakomodir dan tetap akan dipertandingkan, jadi hari ini ada dua keputusan yang berbeda," bebernya.

Porkot kali ini merupakan ajang evaluasi bahwa kedepan akan lebih extra hati-hati, agar tidak kembali terulang kejadian kekisruhan jelang pembukaan. Jika di awal persiapan, pembatalan dilakukan dan digantikan dengan cabor lainnya.

"Kita berharap bahwa dengan adanya Porkot ini menjadi ajang seleksi atlet yang benar-benar memiliki peluang peraih medali emas di Porprov. Kejadian ini sangat disayangkan padahal atlet sudah siap dengan melakukan latihan selama ini," tegasnya.

Terpisah, Sekum IPSI Kota Palembang versi Zainuddin, Azhari mengaku tidak masalah Pencak Silat tidak dipertandingkan dalam Porkot kali ini. Namun pihaknya akan menyurati KONI provinsi dan pusat termasuk IPSI Sumsel dan pusat, apakah benar keputusan KONI Kota Palembang itu. "Intinya kami menerima keputusan KONI karena hak progratifnya, selanjutnya kami tetap berjalan secara organisasi dan akan membuat event lain," katanya.

Sementara itu, Sekretaris IPSI Kota Palembang versi Wira, Jafro Sani mengatakan, pihaknya menghormati keputusan Koni Kota Palembang, untuk situasi yang tidak kondusif serta terarah. "Sekarang kami fokus pada kegiatan pelatihan wasit juri, dan pertandingan silat di Opi mall," singkatnya.

Reporter : Adi Kurniawan Editor : Zul Mulkan 348