Berita :: GLOBALPLANET.news

Kapolsek Kemuning Palembang AKP Robert Sihombing menginterogasi dua pelaku penodongan karyawan minimarket dengan senjata martil. (foto: ist).

11 November 2018 12:34:40 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Jalanan di Kota Palembang mengharuskan warganya waspada, jika tidak ingin menjadi korban kejahatan. Seperti yang dialami, M Erik (19), yang menjadi korban penodongan bersenjata Martil di jalan depan Pasar Sekip Ujung Palembang, Sumsel.

M Erik yang merupakan warga Jalan Pelita Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Kemuning menjadi korban penodongan sekitar pukul 21.00WIB, Sabtu (10/11/2018) malam. Saat itu dirinya sedang dalam perjalanan untuk menuju tempatnya bekerja yakni Minimarket Alfamart di depan PTC Mal.

Menurut informasi yang dihimpun, saat korban berjalan, datang empat pelaku dengan dua sepeda motor yang langsung menghampiri. Para pelaku memaksa korban untuk menyerahkan uang. Karena dijawab tidak ada uang, pera pelaku meminta ponsel korban. “Minta duit kau, bawak sini hp (ponsel) kamu,” teriak para pelaku sambul mengacungkan martil.

Dikarenakan takut, korban langsung berlari namun masih tetap dikejar oleh keempat pelaku. Korban berlari sambil berteriak minta tolong dan didengar oleh warga sekitar yang kemudian membantu dan berhasil menangkap salah satu dari empat pelaku, Ismail (17).

"Pada pukul 21.00WIB saat korban mau kerja di Alfamart depan PTC jalan kaki saat tiba di Pasar Sekip ujung datang dua motor berboncengan jadi 4 orang, korban berlari dan dikejar pelaku dengan mengeluarkan martil," ujar Kapolsek Kemuning Palembang AKP Robert Sihombing melalui via ponsel, Minggu (11/11/2018).

Robert melanjutkan, oleh warga, satu pelaku diserahkan dan kemudian dikembangkan hingga ditangkap satu pelaku lainnya. “Warga menghubungi kta dan kita kembangkan dan anggota dapatkan satu pelaku lagi M Rocky Jhon Willy Bin Saprol. Sementara duanya masih dikejar, karena kita gerebek tidak ada di rumah,” sambung Robert.

Dua pelaku lain yakni Teguh dan Adit masih dikejar, dan imbau untuk segera menyerahkan diri, sebelum tindakan tegas diberikan aparat.

Reporter : Rio Siregar Editor : Zul Mulkan 439