Berita :: GLOBALPLANET.news

Kabag Kesra Riza Pahlevi saat menyampaikan sambutannya, Kamis (15/11/2018). (Foto: Ist)

15 November 2018 13:09:16 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Agar Masyarakat lebih mengetahui Peraturan dan proses pendirian rumah ibadah yang sesuai prosedur. Pemerintah kota Palembang menggelar pertemuan bersama mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pejabat Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Palembang di Hotel Whyndam, Kamis (15/11/2018).

Walikota Palembang yang di Wakili oleh Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra), H. Riza Fahlevi, MA mengatakan, dengan Sosialisasi ini pemerintah mengajak masyarakat mengetahui Peraturan dan bagaimana proses Pendirian rumah ibadah sesuai mekanisme dan prosedur yang ditetapkan.

"Pemkot berharap besar kepada masyarakat khususnya camat dan Lurah untuk tidak langsung memberikan Izin mendirikan rumah ibadah, namun ada proses sesuai dengan jalurnya. Hal ini untuk menghindari konflik," kata Riza.

Berdasarkan data yang tercatat, Jumlah masjid dan musholah dikota Palembang mencapai 1901 unit. “Kita berharap umat Islam maupun non muslim agar mampu menjalin tali silahturahmi, agar kerukunan beragama tetap terjaga,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Penyelenggara Syariah kantor Kementerian Agama Kota Palembang, Ahmad Nizam, M. SI mengatakan, untuk perbandingan tempat Ibadah Indonesia ada kenaikan, dari Tahun 1977 dan 2004 mengalami kenaikan hingga 238,35%.

"Dengan adanya surat keputusan bersama Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri memposisikan seluruh agama di Indonesia di berlakukan sama, tidak ada perbedaan," katanya.

Lanjutnya, pembangunan rumah ibadah bagi agama lain bukan tidak boleh, tetapi harus menaati peraturan yang telah ditetapkan. “Misalnya seperti di Palembang, mayoritas masyarakat adalah 85 persen Muslim. Ada rencana mau bangun gereja misalnya, jika masyarakat sekitar tak mengizinkan ya kami juga belum bisa memberikan izin," pungkasnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 231