Berita :: GLOBALPLANET.news

Para pedagang kaki lima usai mengadakan pertemuan untuk bermusyawarah mengembalikan kupon undian Kios pasar Modern Tradisional (PTM)1. (Foto: Hardoko Susanto)

18 November 2018 06:29:00 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET - Ratusan pedagang pasar yang berada di kawasan Jalan Andalas, Jalan M Yamin, Lorong Kelapa, Lorong Pendowo, Lorong Buntu, dan Pasar Tradisional Modern (PTM) 1 menggelar pertemuan di Pasar Inpres Prabumulih, Sabtu malam (17/11/2018).

Dalam pertemuan kali ini, mereka sepakat untuk secara tegas menolak relokasi, bahkan kupon yang sempat dibagikan beberapa waktu lalu pembagian kios buat pedagang yang sudah menerima akan dikembalikan ke Pemkot Prabumulih melalui DPRD Prabumulih.

“Jauh sebelumnya para pedagang sudah sepakat menolak untuk direlokasi. Dan hasil keputusan bersama malam ini, mereka mempersatukan pendapat akan tetap bertahan untuk berdagang ditempat mereka semula,” ujar Maiwan Kaini SH, selaku Kuasa Hukum Assosiasi Pedagang Pasar kota Prabumulih yang sempat dibincangi GLOBALPLANET usai pertemuan tersebut.

Dia juga mengatakan lanjudnya, "seluruh pedagang pasar yang telah menerima kupon pembagian kios dengan cara diundi oleh pihak Pemkot Prabumulih beberapa hari lalu, juga akan dikembalikan oleh mereka bebernya.

“Pedagang yang sudah menerima kupon relokasi, itu sebenarnya mereka belum mengecek ke lokasi relokasi. Setelah menerima kupon mereka cek ke lokasi dan ternyata sangat tidak layak, sehingga mereka berinisiatif untuk mengembalikan kupon itu ke pemerintah kota,” ungkapnya.

Sementara itu, Antoni, salah satu pedagang sayur di kawasan Jalan Andalas menyatakan sepakat untuk menolak relokasi dan akan mengembalikan kupon pembagian kios dengan cara diundi tersebut ke Pemkot Prabumulih.

“Setelah kami amati tempat menyimpan barang juga tidak ada di PTM itu, dimana lahan parkir juga tidak ada. Dalam hal ini makanya kami seluruh PKL akan sama-sama pertahankan. Ini tuntutan perut jadi dalam hal ini kami menolak pak,” tandasnya

Reporter : Hardoko Susanto Editor : M.Rohali 200