Berita :: GLOBALPLANET.news

Tampak para pedagang dengan gembira mendengar keputusan yang disepakati. (Foto: Hardoko Susanto).

26 November 2018 15:21:00 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET - Aksi unjuk rasa para pedagang ke kantor DPRD Kota Prabumulih pada Senin (26/11/2018) menghasilkan tujuh poin yang disepakati antara pedagang dan Anggota DPRD Prabumulih.

Ke tujuh poin tersebut yakni:

1. Relokasi pasar infres ditunda hingga batas waktu yang tidak ditentukan

2. Falidasi data pedagang pasar inpres Jalan M Yamin, Jalan Andalas, Lorong Buntu, Lorong Pendowo, Lorong Daging dan eks terminal lama sesuai dengan fakta di lapangan baik jumlah maupun jenis dagangan.

3. Masalah ukuran lapak disesuaikan agar layak dan dibuatkan lorong pantas hingga pembeli lebih leluasa berjualan dan disesuaikan.

4. dilakukan pembenahan baru ditempat inilah pedagang.

5. pindah terlebih dahulu setelah PTM dibenahi, diprioritaskan bagi pedagang PTMII, dan dilanjutkan dengan pedagang lainnya.

6. Diminta para pedagang untuk tidak terprovokasi dari pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab.

7. Akan dilakukan pembangunan Eks terminal yang akan didampingi oleh DPRD kota Prabumulih dan Asosiasi para pedagang.

Ketua Komunitas Pedagang Kota Prabumulih (KPKP), Richard Fernando SH yang dibincangi GLOBALPLANET, Senin (26/11/2018), menjelaskan, aksi unjuk rasa yang digelar pedagang itu merupakan sebagai bentuk kekecewaan pedagang yang menolak pihak Pemkot Prabumulih yang disinyalir bersikukuh merelokasi mereka untuk segera menempati gedung PTM 2 Prabumulih tersebut.

“Kami mau pak dipindahkan ke gedung PTM 2 itu malah pedagang ini sangat terimakasih dengan Pemkot. Tapi kalau kondisinya tidak layak jangankan mau jualan. Naruh barang jualan saja tidak cukup pak,” tandasnya.

Pedagang juga takut gedung itu roboh, karena kondisi dinding bangunannya juga sudah banyak yang retak. “Makanya kami minta jaminan terlebih dulu uji kelayakan gedung itu dari pihak lembaga berwenang, layak tidaknya gedung itu untuk dihuni,” beber Richard.

Seperti diketahui, Komunitas Pedagang Kota Prabumulih (KPKP), Ikatan Pedagang Pasar Pasar Inpres Prabumulih (IP3IP) dan Asosiasi Pedagang Pasar Prabumulih (AP3) diketahui menolak relokasi pedagang ke gedung PTM 2 Prabumulih ini cukup beralasan.

Sebab, kondisi gedung atau tempat yang disiapkan itu disinyalir tidak memadai dan berukuran sempit.

Pertemuan tersebut pun diketahui mereka mempersatukan pendapat untuk secara tegas menolak relokasi, bahkan kupon pembagian kios bagi pedagang yang sudah menerima akan dikembalikan ke Pemkot Prabumulih melalui DPRD Prabumulih

Sementara, Ketua DPRD Kota Prabumulih,H.Ahmad Palo SE, yang sempat dibincangi setelah usai menerima Pada pedangan menjelaskan,

"kita sudah mendengarkan keluhan para pedagang dan tentunya akan mencari jalan yang terbaik, jelasnya dengan singkat.

Reporter : Hardoko Susanto Editor : M.Rohali 339