Berita :: GLOBALPLANET.news

Wali Kota Palembang bersama perwakilan Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman PU Cipta Karya terkait program SISHA, di rumah dinas wali kota, Sabtu (1/12/2018). (Foto: Rachmad Kurniawan).

01 Desember 2018 15:44:46 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Restorasi Sungai Sekanak dan Sungai Bidara mendapat perhatian investor asing. Dalam program Slum Improvement In Strategic Humans Settlemens Area (SISHA) atau penanganan kawasan kumuh, Palembang menjadi salah satu kota yang menjadi prioritas.

Perwakilan dari Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman PU Cipta Karya, Rudi mengatakan, kegiatan SISHA ini akan merubah wajah kawasan kumuh di setiap kota yang mendapat bantuan. Ada empat tipe kumuh yakni berat, tradisional atau bersejarah, rawan bencana dan atas atau tepi air.

“Palembang masuk di kategori tepi air. Jadi termasuk prioritas kita dari lima kota lainnya,” katanya saat beraudiensi dengan Wali Kota Palembang, Harnojoyo di rumah dinas wali kota, Sabtu (1/12/2018).

SISHA atau proyek perbaikan kawasan kumuh diperuntukan kepada pembangunan fisik dan non fisik. “Kita mendapat bantuan dari Asian Development Bank untuk pembenahan kawasan kumuh tersebut,” singkatnya.

Senada, Urban Financial and Economic Specialist Cities Development Initiative, Rudi Ruwindar menambahkan, dua kota yang menjadi prioritas program ini adalah Makassar dan Palembang. “Kita sudah lama di beberapa negara Asia dan masuk tahun ketiga di Indonesia. Totalnya ada sekitar delapan kota yang akan dilaksanakan program ini sampai saat ini,” sebutnya.

Melalui program ini, pihaknya berharap dapat mengcover kemiskinan di wilayah kumuh tersebut dan dipilihnya Palembang karena masih banyak pemukiman di tepi dan atas air.“Intinya pemerintah dan masyarakat serta sektor swasta bisa ikut untuk menangani masalah kawasan kumuh,” ujarnya.

Wali Kota Palembang Harnojoyo menyambut baik serta berterima kasih atas bantuan dari program SISHA tersebut. Pasalnya, dengan bantuan tersebut pihaknya dapat mewujudkan Palembang sebagai kota yang dijuluki Venesia dari timur.

“Kita sudah melakukan restorasi Sungai Sekanak. Nah dengan adanya bantuan ini dapat dapat menambah satu sungai lagi untuk direstorasi,” paparnya.

Sesuai dengan visi dan misi Palembang EMAS Darussalam 2023, maka dengan program ini dapat mengembalikan fungsi sungai sebagai sarana tranportasi dan rekreasi. “Dengan ini kita mampu mempercepat mengembalikan Bumi Sriwijaya ini seperti masa keemasannya pada zaman Kerajaan Sriwijaya,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Bastari menuturkan, pihaknya telah melakukan kunjungan bersama pihak terkait untuk meninjau keadaan sungai tersebut. “2019 studi dan 2020-2025 pengerjaannya dengan dana hibah mencapai Rp300 miliar,” katanya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : Zul Mulkan 103