Berita :: GLOBALPLANET.news

Bupati Banyuasin Askolani menyampaikan sambutan dalam kegiatan penyerahan bantuan motor sampah dan sosialisasi pengolahan sampah yang dihadiri Staf Ahli Kementerian KLHK, di Pangkalan Balai, Banyuasin, Senin (3/12/2018). (Foto: Adi Irawan/cr1).

03 Desember 2018 19:23:14 WIB

BANYUASIN, GLOBALPLANET.news - Menciptakan Indonesia Bersih 2025 khususnya di wilayah Kabupaten Banyuasin, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (LHK-RI) menyerahkan sepuluh unit motor sampah sekaligus sosialisasi pengolahan sampah di Pangkalan Balai, Banyuasin, Senin (3/12/2018).

Hadir Staf Ahli Kementerian KLHK, Ilham Malik didampingi Pejabat Kementrian Agus Saefudin, serta anggita DPR RI Komisi VII Nazarudin Kiemas. Bupati Banyuasin Askolani mengucapkan terima kasih kepada Nazarudin Kiemas, yang selamah ini sudah banyak membantu Kabupaten Banyuasin, mulai dari Listrik Masuk Desa, Sumur Bor, Pengembangan Pupuk Bio Gas dan Penyaluran Bibit Pohon.

"Terimakasih atas adanya sosialisasi pengembangan Bank Sampah serta pemberian bantuan motor pengangkut sampahnya. Waktu saya jadi Wakil Ketua DPRD Banyuasin beliau menyalurkan banyak bantuan, dan muda-mudahan setelah saya jadi bupati lebih banyak lagi membantu kami di Kabupaten Banyuasin," kata dia.

Terkait sampah, sambung bupati, dari seluruh total sampah yang ada, baru kurang dari 20% yang telah diolah, semua ini dikarenakan kurangnya fasilitas. Jika tahun depan dapat ditingkatkan, Kabupaten Banyuasin siap dalam pengolaan infrastruktur hijau menuju Indonesia bersih sampah 2025.

"APBD kita hanya Rp2,2 triliun, kemarin kami ke Korea Selatan dengan anggaran Rp3,5 triliun mereka sudah mampuh menciptakan pengolahan sampah, seperti sampah yang bisa didaur ulang, sampah yang bisa menjadi pembangkit tenaga listrik dan pupuk. Kelemahan Banyuasin bukan hanya di biaya dan anggaran namun kurang juga SDM," tegas dia.

Ilham Malik, Staf Ahli Kementrian LHK menegaskan, penyerahan motor sampah dan pelatihan pengolahan bank sampah merupakan kerjanyata antara kementrian, komisi VII DPR RI dan Pemkab Banyuasin. Meskipun masih ada PR sekitar 80% soal sampah, yang paling penting itu bagaimana cara menangani sampah tersebut. "Kementrian berusaha mendidik masyarakat dengan pengolahan bank sampah , masyarakat jangan hanya mengumpulkan sampah namun harus bisa mengolah sampah agar dapat bermanfaat dan meningkatkan penghasilan tambahan," terang dia.

Anggota DPR RI Komisi VII Nazarudin Kiemas menyampaikan, Kabupaten Banyuasin yang paling sering dikunjungi serta kabuaten paling banyak yang dibantu. "Saya melihat Banyuasin satu-satunya kabupaten penyangga Sumsel, karena itulah saya berikan perhatian lebih," pungkas dia.

Reporter : Adi Irawan/cr1 Editor : Zul Mulkan 81