Berita :: GLOBALPLANET.news

Dwi Sutjipto. (Foto: Ist).

04 Desember 2018 07:42:15 WIB

JAKARTA, GLOBALPLANET.news - Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Sutjipto dipercaya menjadi Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas). Dwi menggantikan Amien Sunaryadi yang pensiun per 20 November 2018.

Dalam sambutan perpisahannya, Amien pun mengingatkan Dwi Soetjipto akan pekerjaan rumah yang menunggunya kelak. Terutama soal eksplorasi migas dan produksi yang kian menurun. Amien menjelaskan dirinya selama bekerja di SKK mencoba cari tahu apa yang bikin kegiatan eksplorasi di Indonesia lesu. Setelah ditelusuri, RI yang sudah hasilkan minyak lebih dari 100 tahun ternyata tidak punya data sub surface. "Maka saya minta anak SKK kerjakan, mungkin jadi 10 tahun lagi, data subsurfacenya bisa bantu eksplorasi nanti," ujarnya disadur dari cnbcindonesia, Selasa (4/12/2018).

Ia melanjutkan, eksplorasi membutuhkan dana tapi begitu buka APBN ternyata tidak ada anggarannya. "Makanya saya minta Pak Menteri, lalu timbullah komitmen eksplorasi US$ 2 miliar untuk 10 tahun," jelasnya.

Komitmen eksplorasi ini diambil dari komitmen kerja pasti para kontraktor migas yang mendapatkan wilayah kerja atau blok. Komitmen yang dikantongi inilah yang kemudian diwariskan dari Amien ke Dwi Sutjipto agar bisa dialokasikan untuk kegiatan eksplorasi. "Perlu tingkatkan produksi, tapi kalau saya lihat Indonesia butuh sekitar 1,5 juta barel, jadi mau tidak mau harus ada giant discovery. Sampai saat ini tak ada satupun yang lakukan giant discovery," katanya.

Untuk itu, kata dia, jadi pekerjaan rumah bersama untuk temuka lapangan besar migas lagi. "Sekarang pertamina dan KKKS lain terikat komitmen kerja pasti eksplorasi US$ 2 miliar, harapan Indonesia ada di situ," katanya.

 

Dwi Soetjipto Kebut 11 Proyek di SKK Migas

Setelah menjadi  komandan baru SKK Migas, Dwi mengatakan, dalam tiga bulan pertama ada beberapa pending matters yang akan diselesaikan. "Ada 11 pending matters yang harus diselesaikan, Masela dan proyek IDD termasuk di dalamnya. Kami akan selesaikan rencana kerja 2019, beberapa Plan of Development (POD) yang pending juga harus kami selesaikan," ujar Dwi kepada media seusai pelantikan dirinya sebagai Kepala SKK Migas, di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Lebih lanjut, Dwi mengatakan, dalam 1-2 minggu ini pihaknya akan melakukan pemetaan cekungan untuk mencari di mana yang potensinya besar, nanti data yang sudah dipahami oleh timnya akan dipelajari lebih dalam.

Pemetaan tersebut nantinya berujung pada penemuan cadangan dan investasi yang dapat meningkatkan eksplorasi dan produksi. Memang, untuk menemukan cadangan butuh investasi yang besar, dan harus dilakukan melalui upaya-upaya eksplorasi yang masif. "Kita perlu untuk mengundang banyak investor," tutur Mantan Direktur Utama Pertamina ini dikutip dari cnbcindonesia.

Dwi mengatakan, ia akan melanjutkan pembangunan sinergitas government dengan KKKS untuk menghasilkan produksi yang lebih efisien. Dwi menilai, sistem yang dibangun Amien Sunaryadi dan tim sudah baik dan akan dilanjutkan, seperti bagaimana produksi lebih efisien karena tantangannya di situ.
 

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 190