Berita :: GLOBALPLANET.news

Ilustrasi: Ist

04 Desember 2018 11:35:00 WIB

PALI, GLOBALPLANET - Diduga masih ada praktik Pungutan Liar (Pungli) di Kantor Samsat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Hal ini terungkap oleh salah satu warga PALI yang hendak membayar pajak kendaraan bermotor di Kantor Samsat. Yang bersangkutan merekam kejadian Pungli yang dilakukan oleh seorang oknum pegawai Samsat tersebut.

"Ketika saya datang ke kantor Samsat PALI,  di sana menunggu sebentar, tak lama ada seorang petugas yang langsung menanyakan ada keperluan apa. Saat itu saya jawab bahwa saya akan membayar pajak, dan langsung saja petugas tersebut mematok harga Rp 800.000, padahal di STNK saya jelas tertera biayanya hanya sebesar Rp 300.000," jelas Run warga Kelurahan Handayani Mulia, Kecamatan Talang Ubi saat di bincangi GLOBALPLANET, Selasa (4/12/2018)

Saat ditanyakan peruntukan dana yang diminta oknun tersebut, lanjut Run,  bahwa oknum tersebut dengan fasih menerangkan biaya yang semestinya tidak dibayar oleh warga tetapi harus di bayarkan.

"Kejadian ini sekitar seminggu yang lalu, yang saya heran petugas Samsat (Samsat PALI) pinter sekali mengelabui warga, ada biaya yang tidak harus dibayar malah dipaksa harus dibayarkan. Seperti untuk petugas yang memegang berkas-berkas kita, katanya harus ada uang, dan ongkos membayar pajak itu sendiri," imbuhnya.

Dirinya berharap agar ke depan tidak ada lagi pelayanan baik instansi maupun dinas yang melakukan pungli, yang berdampak pada pendapatan daerah.

"Kabupaten PALI merupakan kabupaten yang baru, dan bagaimana masyarakatnya akan sadar pentingnya menambah inkam daerah kalau petugas dan pegawainya banyak yang seperti ini. Saya pribadi maupun masyarakat pasti keinginannya sama, tidak ada oknum yang melakukan Pungli yang membuat susaj warga," pungkasnya.

Reporter : Eko Jurianto Editor : M.Rohali 464