Berita :: GLOBALPLANET.news

Tampak tumpukan sampah yang berlokasi di samping SMA PGRI  jalan utama yang berserakan akibat dibuang oleh orang tak bertanggung jawab. (Foto: Hardoko Susanto)

04 Desember 2018 12:38:00 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET - Sejumlah Warga di Kelurahan Mangga Besar (Mabes), Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih mengeluhkan bau sampah  yang berserakan di samping SMA PGRI. Sampah yang berserakan di  jalan utama itu menimbulkan aroma tak sedap sehingga mengganggu aktifitas warga.


"Ya, bau sampah ini meresahkan, dikhawatirkan bisa menimbulkan berbagai penyakit nantinya," ujar Dela Puspita (18), salah satu warga setempat ketika di bincangi GLOBAL PLANET, Selasa (4/11/2018).

Menurut wanita yang menetap di RT 13, RW 06 akibat  hal ini  tentu membuat banyaknya nyamuk, lalat dan kecoa di sekitar tempat tinggal mereka.

"Bukan hanya bau yang menyengat saja, tetapi sampah tersebut bisa mengakibatkan penyakit seperti gangguan pernapasan serta juga banjir," keluh wanita tersebut.

Dampak dari tumpukan sampah berserakan tersebut, sudah tentu membuat lingkungan  di wilayah mereka sedikit menjadi tak indah dipandang mata.

"Sampah bukan berasal dari warga yang menetap di sekitar lingkungan ini, atau pun khususnya warga Mangga Besar (Mabes), tetapi sampah-sampah tersebut sengaja dibuang  para pedagang kaki lima (PKL) Pasar Inpres ke daerah kita," tambah Ketua Rukun Tetangga (RT) 13,  Rosiman (46) saat dikonfirmasi.

"Menurutnya, hal itu terjadi lantaran masyarakat tak mampu membayar jasa pengangkut sampah sebesar Rp 15 ribu perbulannya. Dengan demikian, pemikiran para mereka (masyarakat) yang serba praktis dan gratis tetap membuang sampah di tempat itu," terangnya.

Menariknya lagi dua bulan sekali sering dilakukan gotong royong antara masyarakat yang menetap di RT 13 lingkungan RW 6 tersebut.

Tetapi sampah yang bertumpuk di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) pun masih terjadi.

"Nah, masyarakat atau pelanggan sampah kedepannya berharap ingin menambahkan rute dan mobil sampah di daerah mabes ini.  Sehingga masyarakat nantinya tidak kesulitan lagi dalam membuang sampah," tutupnya.

Reporter : Hardoko Susanto Editor : M.Rohali 154