Berita :: GLOBALPLANET.news

Kondisi saat banjir menerjang Desa Lubuk Sepang, Kecamatan Pulau Pinang,Kabupaten Lahat. Rabu (5/12/2018). (Foto: Ferry)

06 Desember 2018 15:48:20 WIB

LAHAT, GLOBALPLANET - Intensitas hujan yang tinggi di Kabupaten Lahat mengakibatkan dua desa kebanjiran. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam periwstiwa tersebut, beberapa rumah warga terendam dan mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Kejadian banjir yang menggenangi enam rumah warga di Desa Lubuk Sepang, Kecamata Pulau Pinang, Lahat serta merobohkan tembok penahan aliran sungai itu terjadi pada Rabu (5/12/2018) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu hujan yang cukup deras mengguyur Kabupaten Lahat.

Bajir tersebut disebabkan karena meluapnya aliran sungai yang melintasi pemukiman warga di Desa Lubuk Sepang, seperti aliran sungai Lim, Sungai Kanji, Sungai Ketapang dan Sungai Puyang Ratu. Curah hujan yang tinggi menyebabkan sungai meluap, mengingat sempit dan dangkalnya aliran sungai sehingga tidak maksimal menampung dan mengalirkan air ke Sungai Lematang.

Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK melalui Kapolsek Pulau Pinang Iptu Husin Z mengatakan, ketinggian air sekitar 50 cm sampai 150 cm mengakibatkan enam rumah warga terendam.

"Korban jiwa ataupun warga yang mengalami luka-luka tidak ada. Kerugian belum dapat dirincikan secara pasti, diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah," ucapnya, Kamis (6/12/2018).

Lanjut Kapolsek, meluapnya aliran sungai Liem juga mengakibatkan tembok penahan aliran sungai Liem roboh sepanjang 20 meter.Akibatnya barang invetaris desa, seperti tenda besi lima lokal, seng 40 lembar, papan 100 keping dan peralatan perlengkapan lainnya, yang berada di gudang yang berbatasan langsung dengan tembok penahan air sungai Liem hanyut.

"Barang inventaris desa ikut hanyut, prediksi kerugian mencapai Rp75 juta," sampainya.

Reporter : Ferry Andhika Editor : M.Rohali 104