Berita :: GLOBALPLANET.news

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya memimpin rapat pembahasan pengadaan dan penyaluran beras bagi ASN yang berlangsung di Auditorium Graha Bina Praja, Kamis (6/12/2018). (Foto: Adi Kurniawan).

06 Desember 2018 18:02:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Pemprov Sumsel terus membahas pemberian beras untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya, termasuk menyiapkan sejumlah opsi, mulai dari subsidi sebagian atau seluruhnya.

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengungkapkan, adapun opsi yang ditawarkan untuk pengadaan beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumsel, yakni.

- Pemprov baru siap subsidi Rp1400/kg untuk beras premium dari harga Rp11.000/kg.

- Pemprov mensubsidi semua beras premium.

- Subsidi Rp1400/kg tidak melalui Bulog, namun diberikan langsung kepada ASN yang bersangkutan.

Wagub melanjutkan, sesuai arahan Gubernur Sumsel agar beras bagi ASN disediakan melalui koperasi di setiap OPD. Meskipun beras tersebut disubsidi, namun mutu beras harus baik dan ditingkatkan. "Ketiga opsi tersebut akan dirumuskan terlebih dahulu untuk kemudian akan dteruskan kepada Gubernur,"ujarnya saat memimpin rapat pembahasan pengadaan dan penyaluran beras bagi ASN, di Auditorium Graha Bina Praja, Kamis (6/12/2018).

Untuk diketahui, masing-masing ASN akan mendapatkan 10 kg beras per orang. Untuk ASN dengan tanggungan suami/istri dan dua orang anak, maka akan menerima 40 kg beras. "Untuk Bulog sendiri bersedia menyediakan beras medium dan premium, serta berkomitmen sesuai kesepakatan pada harga Rp.11.000/kg dalam bentuk kemasan 5 kg beras premium," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, saat menjabat Bupati OKU Timur pernah memberlakukan kebijakan serupa. Tujuannya adalah meningkatkan gairah petani karena penyerapan beras yang tinggi. "Ini upaya mendorong semangat petani. Contoh sewaktu jadi Bupati saya serap beras petani dan bagikan ke PNS dan honorer. Mereka menerima itu. Tujuannya bukan memberikan beras ini pada aparatur saja tapi memberi semangat petani bahwa pemerintah punya perhatian pada petani. Sehingga spirit mereka terjaga karena mereka diperhatikan pemerintah," pungkasnya.

Reporter : Adi Kurniawan Editor : Zul Mulkan 177