Berita :: GLOBALPLANET.news

Sesi, salah satu penduduk yang sumur rumahnya diduga mengalami perubahan setelah ada semburan lumpur berapa waktu lalu. (Foto Hardoko Susanto).

14 Desember 2018 19:02:00 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET.news - Air sumur sejumlah warga di Perumahan Griya Akbar Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai kota Prabumulih Sumatera Selatan diketahui mengalami perubahan warna dari jernih menjadi putih kecoklatan, Jumat (14/12/2018).

Perubahan warna air sumur warga ini terjadi mendadak setelah beberapa hari sebelumnuya terjadi semburan lumpur yang diketahui akibat pipa saluran gas kota terkena alat exsavator milik PT WMK ( Wahyu Mata Kontraktor) yang tengah mengerjakan pelaksanaan proyek normalisasi sungai kelekar di sekitar lokasi.

Kejadian semburan inipun sempat membuat warga sekitar kaget. Peristiwa ini, diduga akibat aktifitas proyek normalisasi Sungai Kelekar yang dikerjakan PT WMK yang hanya berjarak kurang dari seratus meter dari rumah warga. Mereka mengaku rusaknya air sumur sejak ada aktifitas normalisasi sungai di sekitar rumah mereka.

Sesi (35) ibu rumah tangga (IRT) yang terkena dampak air sumurnya tercemar berharap, pelaksana proyek bertanggung jawab. Sekaligus bersedia memberikan ganti rugi. Hal ini disebabkan sumur mereka saat ini praktis tak dapat dimanfaatkan.

“Gara-gara air sumur kami tercemar seperti ini, jangankan untuk minum, mau mandi dan untuk kebutuhan sehari-hari sekarang ini saja tidak dapat digunakan," kata Sesi ketika dibincangi globalplanet.news, Jumat sore (14/12/2018).

Terkait kejadian ini, Manager Humas PT WMK, Yanto Linggau menjelaskan, kejadian tersebut adalah efek dari pengerjaan normalisasi yang tengah dikerjakan pihaknya saat ini.

“Baru sekitar satu bulan pelaksanaan pengerjaan normalisasi sungai kelekar ini. Dan memang kemarin itu ada semburan lumpur, karena ada pipa gas kota yang terkena excavator,” terang Yanto.

Terkait air sumur warga yang tercemar, Yanto mengaku jika segala dampak dari pelaksanaan pengerjaan proyek normalisasi sungai kelekar tersebut pihaknya akan bertanggung jawab.

Reporter : Hardoko Susanto Editor : Zul Mulkan 600