Berita :: GLOBALPLANET.news

Arlan Lukman (tengah) dan Alvin Kennedy (kiri) pengusaha muda Palembang saat membahas sport tourism dalam diskusi, Minggu (23/12/2018). (Foto: Rachmad Kurniawan)

24 Desember 2018 08:25:13 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Pasca digelarnya Asian Games 2018 di Palembang, tentu Sport Tourism yang ada di Palembang akan menjadi primadona, dengan fasilitas olahraga yang ada Palembang akan menjadi kota evet olahraga. Hal ini disampaikan Direktur Venue INASGOC Arlan Lukman.

"Pariwisata saat ini merupakan penyumbang devisa tertinggi kedua setelah kelapa sawit, bahkan migas saja kalah oleh pariwisata. Karena Presiden membangun infratstruktur rata-rata mengarah ke pariwisata. Apalagi Triathlon terunik sebentar lagi akan bergulir di Palembang," papar Arlan, saat menjadi pembicara dalam suatu diskusi di Musi Mania Cafe & Resto, Minggu malam (23/12/2018).

Berkenaan dengan event Triathlon yang siap menampung 1500 peserta, ia menyebutkan jika Triathlon yang akan berlangsung di Palembang merupakan lomba Triathlon terunik dan terbesar.

Triatlon terbesar pernah digelar di Bali dengan 1000 peserta sedangkan Bali notabene nya industri hotel/penginapan sangat siap, namun fasilitas olahraganya kurang dan itupun dilakukan di pinggir kota.

“Sedangkan di Palembang sudah pernah saya diskusikan dengan asosiasi perhotelan, 1500 peserta pun mereka siap. Selain itu, kita akan pakai Icon Palembang di pusat kota yakni, Ampera sebagai jalurnya. Ditambah Jakabaring yang punya fasilitas olahraga standar International," bebernya.

Maka dari itu, pengusaha ini pun menyepakati bahwa 2019 dan seterusnya event olahraga dan Sport tourism bakal sering digelar di Palembang. Karena Palembang punya 3 komponen untuk mengembangkan pariwisata seperti kuliner, budaya, serta transportasi yang lengkap.

"Hal ini juga perlu dukungan pemerintah Provinsi serta peran pengusaha sebagai pengarah masyarakat," singkatnya

Masih kata dia, Palembang dinilai kota yang aman dan bersahabat dengan olahragawan. Karena ia merasa tidak bakal terganggu oleh pengendara yang mengambil hak pejalan kaki seperti di Jakarta.

Keterlibatan masyarakat penting sebagai pengatur jalanan agar lebih kondusif agar tak ada yang protes jika jalannya kota sedang dipakai. “Kita ingin menanamkan kepada masyarakat kota besar seperti Palembang bahwa, kota mereka harus punya event olahraga disamping sebagai sentra industri dan bisnis disitulah Kota itu bisa dikatakan masyarakatnya bermartabat karena ikut terlibat disemua bidang," tutupnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 278