Berita :: GLOBALPLANET.news

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda saat melakukan sidak di Paaar 10 Ulu, Jum'at (28/12/2018). (Foto: Rachmad Kurniawan)

29 Desember 2018 07:36:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Wakil Walikota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda merasa kesal adanya dugaan jual beli lapak dagangan oleh oknum tak bertanggung jawab di pasar 10 ulu, Palembang.

Finda mengatakan, berdasarkan pantauannya, perkembangan Pasar 10 Ulu Palembang selama tiga hari berturut dirinya tongkrongi pasar tersebut. seperti retribusi, kebersihan serta mendata pemilik lahan kios dagangan. Temuannya di lapangan banyak tumpang tindih kepemilikan lapak

"Ada pedagang sewa kios dari orang. Jadi ada yang merasa milik pribadi, sehingga banyak menyewakan kembali kepada pedagang lain dan ini yang salah, makanya kita data dan beri tanda kios mana saja yang kosong," ungkapnya.

Menurutnya, hal ini penting dilakukan, mengingat masih banyak pedagang yang berjualan di luar pasar, dari itu, pihaknya berharap para pedagang yablng masih berada di jalanan agar bisa masuk ke dalam pasar 10 Ulu Palembang ini.

"Saat kita tertibkan pedagang di jalanan, mereka bilang di dalam sudah penuh dan ternyata masih banyak yang kosong," jelas dia.

Dari total yang telah didata, kios lapak pedagang ukuran 1x1 meter ini berjumlah 306 kios dan 114 kios yang kosong.

Menanggapi adanya dugaan lapak yang di jual belikan oknum, politisi PDIP ini belum bisa memberikan komentar, lantaran masih banyak lapak yang kosong dari hasil pantauan tersebut.

"Pasar 10 Ulu ini semuanya aset milik Pemkot. Jadi, saya pastikan tidak boleh lapak ini di jual belikan kecuali dari pemerintah ke masyarakat," tandasnya.

Terkait keluhan pedagang, lantaran merasa keberatan membayar retribusi pasar, seperti kebersihan serta keamanan. "Yang jelas retribusi pasar ini harus dibayar, karena dari biaya retribusi inilah yang akan digunakan untuk renovasi pasar selain akan dibantu dari pihak pemerintah," katanya.

Para berdagang harus membayar retribusi Rp 5.000 per hari, Rp 2.000 untuk kebersihan dan Rp 25.000 perbulan untuk keamanan. Jadi perhari pedagang menyetor sebesar Rp 11.000.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 231