Berita :: GLOBALPLANET.news

Ilustrasi politik uang. (Ist)

06 Januari 2019 17:06:04 WIB

EMPAT LAWANG, GLOBALPLANET.news - Sebelum perhelatan sebuah agenda besar, biasa isu alias desas-desus berkembang. Jangankan jelang Pilkada atau pemilu dengan isu bagi-bagi uang (money politics), jelang Ujian Nasional (UN) saja biasa dengar isu kebocoran atau kunci jawaban yang dibocorkan. Tapi, Bawaslu Empat Lawang menyatakan, semua itu jelang Pileg dan Pilpres ini hanya desas-desus.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Empat Lawang, Andri Logan mengakui jika dirinya pernah mendapat panggilan telepon dari salah seorang warga di dapil 3 Empat Lawang, yang melaporkan kepada dirinya adanya caleg yang menjanjikan sejumlah uang kepada para pemilih di dapil tersebut. "Bahkan, saya pernah mendengar langsung dari warga tentang hal tersebut. Tapi, itu baru sebatas isu," terangnya.

Karena itu baru sebatas isu yang beredar, pihaknya belum dapat bertindak. "Kita belum dapat bertindak jika belum ada bukti, itu baru sebatas desas-desus di tengah masyarakat," tukasnya.

Untuk diketahui, Sejumlah oknum calon anggota legislatif (Caleg) di Kabupaten Empat Lawang diduga telah mulai memasang tarif alias menjanjikan besaran uang bagi masyarakat pemilih yang bersedia memilihnya di pemilihan anggota legislatif (pileg) 17 April 2019 mendatang.

Tarif yang diduga telah disiapkan sejumlah oknum caleg tersebut, bekisar Rp100 hingga 300 ribu per kepala. Bahkan, ada diantaranya siap membayar Rp1 juta per tiga pemilih, jika berkomitmen memilih dirinya pada pileg mendatang.

"Ini sungguh ironis dan sangat tidak mendidik bagi perkembangan politik dan kemajuan Kabupaten Empat Lawang," sesal salah seorang warga di Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang, yang mengaku bernama Yudi, saat menghubungi wartawan, Minggu (6/1).

Bagaimana tidak, sebut dia, para oknum caleg yang kebetulan memiliki uang dan dan materi yang berlebih, tidak segan-segan menawarkan kepada masyarakat pemilih dengan iming-iming sejumlah uang. 

"Di tengah masyarakat, isu politik uang ini sudah cukup merebak bahkan sudah menjadi rahasia umum. Seperti di Dapil 3 Empat Lawang (Pendopo, Pendopo Barat dan Sikap Dalam), ada oknum Caleg yang berani bayar Rp1 juta per tiga orang," ungkapnya.

Tentu saja sebut dia, hal ini sangat disesalkan dirinya selaku masyarakat pemilih. "Saya berharap ada upaya yang nyata bagi penyelenggara pemilu untuk mencegah kegiatan politik uang seperti ini," harapnya.

Reporter : Rody Hartono Editor : Zul Mulkan 148