Berita :: GLOBALPLANET.news

Bangunan Posyandu di Desa Penugguan Kecamatan Selat Penugguan Kabupaten Banyuasin, Senin (7/1/2019). (Foto: Adi Irawan)

07 Januari 2019 19:16:44 WIB

BANYUASIN, GLOBALPLANET.news - Proyek pembangunan Posyandu yang bersumber dari Dana Desa (DD) pada tahap ketiga tahun 2018 di Desa Penuguan, Kecamatan Selat Penuguan, diduga akan bermasalah di hadapan hukum.

Pasalnya, proyek yang bernilai Rp128 juta dan baru memasuki progres 50 persen, hingga Januari 2019 kondisinya terbengkalai. "Warga pertanyakan proyek gedung posyandu kenapa sampai tidak selesai tahun ini," ujar Herman warga setempat, Senin (7/1/2019).

Anehnya lagi, gedung Posyandu itu memang seakan-akan sengaja dibiarkan terbengkalai. Karena, bagaimana mau diselesaikan di areal lokasi tidak terdapat bahan material untuk melanjutkan pembangunan tersebut.

"Saya berharap pihak terkait memberikan tindakan tegas terhadap pelaksana proyek dana desa yang molor, jangan sampai bangunan itu tidak selesai akibatnya mubazir saja," katanya.

Menanggapi itu, Camat Selat Penuguan Sarip SP menegaskan, sampai saat ini belum mendapat laporan terkait gedung Posyandu yang dibangun melalui dana desa Penuguan Kecamatan Selat Penuguan diduga tidak selesai dikerjakan. "Saya segera kroschek kelapangan untuk menindaklanjuti laporan warga, nanti akan tahu kebenaran informasi itu," katanya. 

Seharusnya proyek gedung itu diselesaikan pada Desember 2018 lalu. Apabila terjadi molor itu akibatnya mereka tanggung sendiri  dan akan berurusan dengan pihak Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum.

"Saya berharap tidak terjadi demikian, apabila melanggar aturan ada konsekuensinya yang harus diterima," pungkas dia. 

Reporter : Adi Irawan Editor : Zul Mulkan 176