Berita :: GLOBALPLANET.news

Aksi protes yang digelar pada pedagang di kawasan Sudirman dengan menutup jalan. Mereka mengeluhkan larangan parkir yang membuat pengunjung sepi. Selain itu, mereka protes dugaan arogansi petugas dalam penertiban parkir, Rabu (9/1/2019). (Foto: Ist).

09 Januari 2019 12:33:00 WIB

PALEMBANG , GLOBALPLANET.news - Sejumlah pedagang dan juru parkir di kawasan Jalan Sudirman Palembang, Rabu (9/1/2019) pagi menggelar unjuk rasa. Bahkan di awal unjuk rasa mereka sempat menutup jalan dengan seutas tali.

Akibatnya sempat terjadi kemacetan parah mulai dari Jembatan Ampera hingga kawasan depan Pasar Cinde Palembang. Adanya aksinya demo ini serta macet yang ditimbulkannya tadi pagi, membuat para pengendara kecewa.

Di media sosial dan grup WhatsApp telah beredar luar informasi seputar demo yang mengeluh sepinya pengunjung dan pembeli, karena larangan parkir di sepanjang jalan Sudirman. "Harus ada solusi, kami berusaha, kalau tidak ada parkir, siapa yang akan datang dan berbelanja," teriak pada pendemo.

Ketua Persatuan Pemilik Ruko dan dan Pelaku Usaha, Syarial yang juga pemilik ruko Marinda mengatakan aksi ini dikarenakan ulah oknum Dinas Perhubungan Kota Palembang, yang dinilai para pedagang bersikap anarkis. 

"Petugas Dishub main angkut motor dan main gembok mobil seenaknya. Dilarang mereka malah ngamuk dan main cekek penggendara motor yang tidak mau motornya diangkut," ucap Syahrial.

Sementara, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono menyatakan, peraturan larangan parkir di jalan Sudirman dkberlakukan sebelum Asian Games dan sampai sekarang tetap berlaku. 

"Saya akan coba bicarakan dengan pimpinan Kepala Daerah, semoga segera dicarikan solusinya. Tadi kita minta pedagang, membuka jalan karena menggangu arus lalulintas," katanya.

Reporter : Tim globalplanet Editor : Zul Mulkan 436