Berita :: GLOBALPLANET.news

Tiga memperagakan cara dirinya memberikan instruksi kepada algojonya dalam menghabisi nyawa Poniah dalam rekontruksi, Rabu (9/1/2019). Bahkan untuk memastikan kematian korban, pelaku menjerat leher korban yang telah sekarat dengan ikat pinggang. (Foto: Yayan Darwansah)

09 Januari 2019 13:26:00 WIB

PAGARALAM, GLOBALPLANET.news - Polres Pagaralam menggelar rekonstruksi pembunuhan terencana dan sadis dengan tersangka ‎Tika beserta dua algojonyo M Riko dan Jefri, Rabu (9/1/2019). Sebanyak 26 adegan diperagakan, dan adegan ke-11 nyawa Poniah dan Selvia dilenyapkan tanpa ampun.

Dark rekonstruksi juga terungkap bahwa para pelaku terlebih dahulu menguras isi ATM korban, sebelum dilakukan eksekusi di Jalan Alternatif Pagaralam - Lahat. Selain itu, Poniah dibunuh terlebih dahulu dan disaksikan Selvia yang dipegang tersangka lain di dalam mobil.  Usai menghabisi Poniah, para pelaku membunuh Selvia.

Pantauan GLOBALPLANET di lokasi, perencanaan yang dilakukan ketiga tersangka yang terancam hukuman mati ini dilakukan di Hotel Garuda ZZ. Kemudian di Simpang Telaga Biru dan dilanjutkan menguras uang Poniah di ATM Bank BCA. Rekonstruksi dijaga ketat petugas kepolisian untuk menghindari amukan kemarahan keluarga yang kesal melihat perlakuan ketiga tersangka saat membunuh pegawai toko kue ini.

Kapolres Pagaralam AKBP Tri Saksono Puspo Aji menuturkan, ‎pihaknya melakukan rekonstruksi pembunuhan ibu dan anak yang mayatnya ditemukan di aliran Sungai Lematang lantaran dibuang setelah nyawanya dihabisi.

"Pembunuhan ini TKP-nya di Kota Pagaralam berdasarkan keterangan pelaku. Memang, jenazah korbannya ditemukan di wilayah Lahat karena hanyut (setelah) dibuang ke Sungai Endikat," kata dia.

Dalam reka adegan ke 11, terungkap Tika cs menghabisinya nyawa Poniah dan Selvia. Setelah keluar dari usai melakukan transaksi ATM, yang diketahui dari rekaman CCTV, pelaku mengajak Poniah dan Selvia kelokasi pembunuhan di kawasan kebun kopi di jalan alternativ Pagaralam-Lahat. Di sinilah, pertama kali nyawa Poniah dihabisi.

"Setelah tiba di TKP, Poniah diajak keluar dari mobil dan Selvia dipegangi TSK Jefri di dalam mobil. Setelah itu, algojo Riko menarik Poniah hingga terjatuh. ‎Setelah terjatuh, Poniah dicekik. Sempat meminta tolong dengan Tika, tetapi Riko tetap menghabisi Poniah," bebernya.

Setelah dicekik, Poniah yang dalam keadaan kritis kembali dipukuli sebanyak tiga kali tanpa ampun. Kemudian, Riko membuka ikat pinggang Poniah lalu melilitkannya keleher Poniah hingga detak jantung korban berhenti.

Kemudian, Riko menyeret mayat Poniah kedekat mobil lalu mengeluarkan Selvia. Seraya dirangkul Jefri, Selvia kembali dipukuli Riko menggunakan kayu hingga terjatuh. Jefri sempat memperingatkan Riko agar tidak menghabisi Selvia, tetapi pukulan benda keras membuat tubuh Selvia roboh.

"Jefri‎ sempat memperingatkan Riko. Ada percapakan Jangan Kak, Jangan Kak. Namun, Riko berkata Kejamke Dek seraya memukuli badan Selvia," bebernya.

Setelah keduanya meninggal, Tika Cs membawa jenazah keduanya kedalam mobil di bagasi belakang. Setelah itu, jenazah ibu anak ini dibuang di aliran Sungai Endikat hingga ditemukan warga di wilayah Lahat karena terbawa arus.

Seperti diketahui, akhir Desember lalu, warga menemukan mayat perempuan di aliran Sungai Lematang di wilayah Lahat, yang kemudian diketahui mayat tersebut adalah Poniah. Beberapa hari kemudian, kembali ditemukan mayat perempuan mudah, yang ternyata Selvia, anak dari Poniah.

Polisi bekerja cepat dan berhasil mengendus keberadaan para pelaku yang salah satunya ditangkap di Jakarta, di sebuah tempat penampungan calon TKI. Beredar dugaan bahwa pembunuhan berencana ini terkait masalah utang piutang antar 

Reporter : Yayan Darwansah Editor : Zul Mulkan 9088