Berita :: GLOBALPLANET.news

Wakil ketua I KONI Sumsel Dhennie Zainal, usai menerima kunjungan ketua KONI Kota Prabumulih di KONI Sumsel, Rabu (9/1/2019). (Foto: Adi Kurniawan).

09 Januari 2019 15:42:48 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel XII-2019 di Kota Prabumulih yang kian menjelang merupakan "Porprov Prestasi". Porprov ini bukan lagi ajang Pembinaan seperti sebelumnya, melainkan pencarian atlet untuk ajang berikut di level lebih tinggi.

"Jadi Porprov 2019 di Prabumulih nanti akan mengacu pada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) di Bengkulu 2019 serta Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Papua. Kita mencari atlet terbaik pada Porprov nanti yang akan turun pada Porwil dan PON," ujar Wakil ketua I KONI Sumsel Dhennie Zainal, seusai menerima kunjungan Ketua KONI Kota Prabumulih di KONI Sumsel, Rabu (9/1/2019).

Lanjut Dhennie, pembatasan usia berdasarkan peraturan Pengurus Besar (PB) cabor masing-masing. "Misal pada PON nanti cabor sepak bola maksimal 23 tahun artinya sepak bola Porprov maksimal 21 tahun. Begitu juga atletik seandainya maksimal 35 tahun di PON berarti pada Porprov tidak boleh lebih dari 32 tahun," katanya.

KONI Provinsi Sumsel juga mendesak Prabumulih agar segera menetapkan cabang olahraga (cabor) yang merujuk pada persiapan venue. "Mana saja cabor yang siap. Karena daerah lain harus segera mempersiapkan diri. Ya, kalau hanya siap 26 cabor ya, 26 cabor saja. Penetapan cabor berkaitan dengan buku panduan umum, sembilan bulan sebelum pelaksanaan sudah harus dikirim," ujarnya.

Sementara itu H Daud Rotasi, Ketua KONI Prabumulih mengungkapkan mereka menghadapi anggaran Porprov yang belum ada kepastian. Pihaknya berharap KONI Sumsel sebagai pemilik kegiatan untuk bisa membantu.

"Kita masih terkendala akomodasi. Penginapan untuk para atlet masih terbatas. Namun kami akan usahakan kemungkinan bisa mengunakan rumah-rumah penduduk," bebernya.

Untuk cabor, Prabumulih baru siap 26 cabor. Bahkan tiga venue diantaranya sudah siap, yakni renang, menembak dan voli indoor. "Panjat tebing sudah ada satu tower lead. Untuk tower speed kita belum punya dan akan dibangun. Sedangkan stadion masih butuh dana Rp 30-40 M untuk menyelesaikan," pungkasnya.

 

Reporter : Adi Kurniawan Editor : Zul Mulkan 363