Berita :: GLOBALPLANET.news

Beberapa pedagang kaki lima yang sering berjualan disekitar TTM Martapura, OKU Timur mengeluhkan adanya Pungli yang berkedok karcis retrebusi sampah rumah tangga. (Foto: Dadang Dinata)

09 Januari 2019 18:05:17 WIB

OKUT, GLOBALPLANET - Beberapa pedagang kaki lima yang sering berjualan di sekitar Taman Tani Merdeka (TTM) Martapura, OKU Timur mengeluhkan adanya pungutan liar (pungli) yang berkedok karcis retrebusi sampah rumah tangga di Dinas lingkungan hidup. Modus Pungli yang dipungut oknum itu mengatasnamakan salah satu dinas yang ada di lingkungan Pemkab OKU Timur.

"Kita sudah empat tahun berjualan di sekitar sini tidak pernah diminta uang kebersihan maupun retribusi. Namun pada Selasa sore (08/01/2019) ada satu orang oknum yang memintai uang sebesar Rp 3000 untuk uang kebersihan sampah dan memberikan karcis yang tidak ada tanda tangan dan cap dari dinas bersangkutan," kata  salah satu pedagang yang tidak bersedia identitasnya disebutkan.

Meskipun awalnya dia bersama pedagang lain belum mengetahui kebenaran adanya tentang penguatan tersebut, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Namun karena oknum tersebut mengatasnamakan nama dinas terpaksa pedagang memberikan uang retribusi kepada oknum yang menagih, ujar sumber tadi.

"Memang uangnya tidak banyak namun jika dikalikan jumlah pedagang hasilnya cukup lumayan. Kita minta terhadap dinas terkait jika memang adanya pungutan retribusi mohon untuk di sosialisasikan terlebih dahulu. Namun jika tidak ada pungutan mohon untuk ditindak oknum yang melakukan pungli ini,"tamahnya.

Sementara, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) OKU Timur Suyanto SE ketika dikonfirmasi pada Rabu (08/01/2018) menjelaskan pihaknya tidak melakukan pemungutan retribusi secara langsung ke lapangan. Pungutan retribusi dilakukan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Retribusi itu bukan dari BPPRD,” terangnya.

Sementara , Kepala Dinas Lingkungan Hidup OKU Timur Nur Subagio, ST ketika dikonfirmasi mengaku pihaknya memang mulai melakukan pungutan retribusi untuk pedagang yang berpotensi menghasilkan sampah. Namun untuk pedagang kaki lima di Taman Tani Merdeka (TTM) Martapura belum dilakukan retribusi.

“Pada  2019 memang kita ditarget peningkatan PAD melalui retribusi. Memang pedagang di TTM dikenakan retribusi untuk pedagang yang permanen, bukan pedagang kaki lima maupun yang pakai gerobak. Karena untuk pedagang kaki lima kita masih lakukan pendataan,” tegasnya.

Reporter : Dadang Dinata Editor : M.Rohali 289