Berita :: GLOBALPLANET.news

(Foto: Ist).

10 Januari 2019 19:37:47 WIB

EMPAT LAWANG, GLOBALPLANET.news - Apa yang terjadi dengan RSUD Empat Lawang? Di waktu bersamaan ada keluarga pasien yang menduga rumah sakit salah menentukan golongan darah, dan keluarga pasien lain memanggul air galon dari luar untuk keperluan toilet atau kamar mandi.

Diduga, oknum tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Empat Lawang, melakukan kesalahan saat menentukan golongan darah salah satu pasien, yang terindikasi mengalami sakit kanker.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu keluarga pasien, Yas (55), yang berencana ikut mendonorkan darahnya untuk pasien dimaksud. Yas menceritakan, ia bersama beberapa kerabat berangkat ke Lubuk Linggau dengan membawa surat pengantar dari RSUD Empat Lawang, dengan tujuan kantor PMI Lubuk Linggau, Rabu (9/1) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Saat itu, kami membawa kartu golongan darah pasien dan di sana tertulis bahwa golongan darah pasien "O". Kamipun langsung donor darah, dan mendapatkan Tiga kantor darah O," ungkap Yas.

Ia mengaku sangat kaget, saat salah seorang petugas PMI Lubuk Linggau menyatakan bahwa sampel darah pasien yang kami bawa mempunyai golongan darah A. "Sudah diteliti beberapa kali, hasilnya tetap A. Makanya kami bingung, karena berbeda dengan golongan darah yang diteyapkan oleh oknum tenaga medis RSUD Empat Lawang," imbuhnya.

Di tengah kebingungan tersebut, ia bersama petugas PMI Lubuk Linggau berusaha menghubungi petugas labor RSUD Empat Lawang, untuk mempertanyakan kepastian golongan darah pasien. "Setelah ditelpon dan dicek ulang oleh petugas yang jaga saat itu, golongan darah pasien ditetapkan A," ujarnya.

Menanggapi dua masalah di RSUD milik Pemkab Empat Lawang Ini, Direkturnya Devi Ariyanti menjelaskan, sebenarnya darah pendonor yang ingin mendonorkan darahnya tersebut ketika diperiksa dilab belum jelas. 

"Nah, ketika diperiksa petugas kita di lab. Si pendonor darah ini HBnya 6, untuk standarnya HB itu harus 12, jadi darah yang belum jelas ini ialah darah si pendonor," jelasnya. 

Ditambahkan Devi, pihaknya juga menyarankan kembali kepada pendonor untuk mengecek kembali ke Linggau untuk memastikan golongan pendonor O atau A. "Kalau untuk pasien membutuhkan darah O," terangnya.

Terpisah, Kabid Rekam Medik dan Perencanaan RSUD Empat Lawang, Joko Prayitno menyesalkan adanya dugaan salah pemeriksaan penentuan golongan darah salah satu pasien, yang dilakukan oknum tenaga medis RSUD Empat Lawang. "Akan kami selidiki dulu, jika memang benar-benar terjadi kesalahan, tentunya akan ditindaklanjuti secara serius," ungkap Joko.

Terkait ketiadaan air bersih, Direktur RSUD Empatlawang, Devi Andrianti melalui Kabid rekam medik, Joko Prayitno, menjelaskan ketersediaan air bersih di RSUD Empatlawang sumbernya dari sumur bor.

Sejauh ini RSUD baru memiliki dua titik sumur bor, karena satu sumur bor mengalami kerusakan bagian mesin air sehingga tidak bisa memompa air.

"Jadi air tidak bisa ngucur, karena pompanya rusak. Saya juga bingung merek yang bagus itu apa karena katanya sudah sering diganti, tapi baru enam bulan sudah rusak lagi," kata Joko.

Joko menjelaskan terpenuhi kecukupan air untuk pasien dan keluarganya merupakan pekerjaan rumah bagi pihaknya untuk memperbaiki RSUD Empatlawang.

"Ini menjadi PR kami memperbaiki dan pemenuhan sarana rumah sakit, saya juga baru mutasi lagi kebidang ini baru sebulan jadi tidak bisa cepat akan kita usulkan tambah titik sumur bor agar tidak kekeringan lagi," katanya.

Reporter : Rody Hartono Editor : Zul Mulkan 692