Berita :: GLOBALPLANET.news

Ilustrasi. (Foto: Taufik Akbar)

11 Januari 2019 13:27:01 WIB

JAKARTA, GLOBALPLANET - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi mengingatkan Uni Eropa untuk membahas isu sawit secara bijak dan mempertimbangkan komponen masyarakat yang hidup di dalamnya.

Dikatakan Retno, lebih dari 5 juta petani kecil di ASEAN yang hidupnya bergantung pada kelapa sawit. Retno juga menyatakan Indonesia mengikuti dengan seksama hasil kesepakatan Trilog UE untuk Renewable Energy Directive (RED) II pada Juni 2018.

"Ada potensi diskriminasi kelapa sawit dengan penerapan sejumlah kriteria yang bias untuk biofuel, antara lain dengan membedakannya berdasarkan tinggi rendahnya resiko emisi karbon pada skema Indirect Land Used Changed (ILUC)," ujarnya.

Menurut Delegasi Indonesia, isu minyak kelapa sawit harus dibahas secara bijak karena mata pencaharian lebih dari 5 juta petani kecil di ASEAN bergantung pada kelapa sawit.

"Tidak mungkin kita membahas permasalahan ini tanpa mempertimbangkan elemen-elemen terkait pemenuhan Sustainable Development Goals. Untuk itu, Indonesia kembali mengajak UE untuk bersama-sama membangun standar sustainability seluruh minyak nabati yang inklusif, SDGs Compliance on Vegetable Oils," katanya, demikian dikutip dari sawitplus.co.

Reporter : GlobalPlanet Editor : M.Rohali 144