Berita :: GLOBALPLANET.news

Sejumlah pengunjung melihat - lihat Stand Gapki, salah satu stand di Festival Buah dan Pertanian di Griya Agung Palembang, Jumat (11/1/2019). Di stand ini, pengunjung dapat mengetahui kelapa sawit, salah satu komoditi yang banyak ditanam petani di Sumsel. (Foto: Rachmad Kurniawan).

11 Januari 2019 18:58:00 WIB

PALEMBANG , GLOBALPLANET.news - Festival buah dan pertanian ke-2 Sumsel kembali bergulir di Griya Agung, 11 hingga 13 Januari 2019. Terpantau antusias masyarakat tak surut untuk datang ke pesta buah tersebut meski sebelum pembukaan diguyur hujan, Jumat (11/1/2019).

Selain festival buah dan pertanian, sebanyak 106 stand berdiri terdiri dari UKM, BUMD, dan lain sebagainya. Selain itu terlihat stand organisasi pengusaha seperti Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumsel. 

Gubernur Sumsel H Herman Deru yang membuka secara resmi pesta buah mengatakan, dengan festival secara tak langsung sudah mensejahterakan petani.

"Kita mengajak petani berkolaborasi dengan baik melalui alsintan-alsintannya dan semangat yang selau terpelihara, sehingga produk lokal kita tidak kalah dengan produk luar. Bersama MAI (Masyarakat Agribisnis dan Agroindustri Indonesia) Sumsel yang baru dilantik, pertanian merupakan cara tercepat menurunkan angka kemiskinan sumsel," ungkap Deru saat dijumpai awak media.

Untuk melestarikan potensi-potensi  pertanian yang dimiliki Sumsel sejak lama, Deru menjelaskan, perlu kesabaran dan berharap generasi muda juga berminat untuk mengembangkan budidaya buah-buahan lokal. "Semangat yang diharapkan bukan hanya bisnis di bidang pertanian, tapi bagaimana mempertahankan kearifan lokal," ujarnya.

Ferly, salah satu pengunjung sengaja datang untuk menikmati durian yang berasal dari berbagai daerah di Sumsel seperti Tanjung Enim, OKU Selatan, Empat Lawang, OKU dan lain-lain.

"Saya memang suka makan durian dan lihat di media sosial, katanya makan durian sepuasnya cukup bayar Rp50 ribu, jadi saya tertarik untuk datang menikmati durian," pungkasnya.

 

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : Zul Mulkan 60