Berita :: GLOBALPLANET.news

Stan GAPKI dalam Festival Buah dan Pertanian di Griya Agung, (Foto: Rachmat Kurniawan)

11 Januari 2019 19:42:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Keberadaan perkebunan Kelapa sawit sudah bisa membantu mengangkat kesejahteraan masyarakat, baik petani kelapa sawit plasma maupun petani swadaya.

Hal ini disampaikan Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumsel Hary Hartanto saat dijumpai Globalplanet pada Festival Buah dan Pertanian Griya Agung, Jum'at (11/1/2019).

"Berkembangnya industri ini memiliki peranan bagus dalam pembangunan ekonomi daerah, kadang yang disesalkan adalah orang kita sendiri yang melakukan atas pesanan dari orang luar. Keberadaan kami pada festival ini ingin menginformasikan kepada masyarakat mengenai peranan kelapa sawit dan bagaimana perkebunan sawit," ungkap Hary.

Harry menjelaskan, potensi Indonesia dalam menghasilkan minyak nabati ini menjadi ancaman sendiri negara-negara di Eropa karena mampu menjadi penyuplai utama kebutuhan.

Eropa sendiri tidak bisa berbuat banyak karena perkebunan sawit jauh memiliki keunggulan dibandingkan biji bunga matahari dan kedelai. Dalam satu hektare perkebunan sawit bisa menghasilkan 8 ton minyak sawit per tahun, sementara untuk biji matahari hanya 0,3 ton per tahun.

Oleh karena itu, tak heran jika dimunculkan isu-isu berbau kampanye hitam seperti produk yang tidak aman untuk kesehatan, merusak lingkungan, hingga pengeksploitasian tenaga kerja anak-anak.

"Ini semua tidak benar, coba bayangkan jika menanam biji matahari, artinya lebih banyak lagi hutan yang mereka babat. Soal standarisasi, Indonesia juga sudah menerapkan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang sudah diakui secara internasional," ujar dia.

Tujuan dari kampanye hitam ini tak lain agar produk sawit Indonesia ini tidak masuk ke negara mereka (negara di Eropa) karena mereka ingin menjual produk sendiri yakni biji matahari dan minyak kedelai. Jika ini berhasil, maka akan terjadi pengurangan serapan di pasar internasional, dan ini bakal berdampak ke petani kita

Menurut Harry, jika pengurangan serapan bakal terjadi maka dapat mengancam ketahanan ekonomi nasional karena perkebunan sawit Indonesia sebagian besar dimiliki rakyat .

Selain itu, ekspor minyak sawit ini terbukti telah memberikan sumbangan terbesar pada devisa negara. Oleh karena itu, Harry mengajak semua pihak untuk melawan kampanye hitam negara-negara Eropa yang dilakukan melalui Lembaga Sosial Masyarakat (NGO).

"Pemerintah harus mengambil langkah strategis terkait persoalan ini, tidak boleh diam saja karena kampanye hitam ini terus saja berlanjut. Padahal, ini murni perang dagang, tidak ada hubungannya dengan produk sawit karena berdasarkan penelitian justru minyak sawit juga baik untuk kesehatan," pungkasnya

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 189