Berita :: GLOBALPLANET.news

Warga setempat saat membantu pengguna jalan untuk melewati jalur alternatif yang licin dengan membuka jasa joki, Senin (4/2/2019). (Foti: Ferry)

04 Februari 2019 19:23:56 WIB

LAHAT, GLOBALPLANET - Putusnya aktivitas Jalan Lintas Lahat-Pagaralam pada Sabtu (2/2/2019) lalu, rupanya menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat setempat. Pasalnya, jalur alternatif yang dibuat, di perkebunan warga selama menunggu perbaikan jalan nasional itu dimanfaatkan warga membuat jasa penyebrangan.

Ramainya warga khususnya di Kecamatan Pulau Pinang, maupun lainnya untuk tetap memilih melewati jalur yang terputus akibat entensitas hujan yang cukup lama dan deras beberapa hari lalu,  dari pada menggunakan jalur alternatif Gumay Ulu.

"Sekedar bantu, banyak warga yang hendak sekolah, bekerja dan lainnya. Mereka tidak mau ambil resiko terjatuh, pakaian jadi kotor," Kata Heru, warga Desa Jati, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat. Senin (4/2/2019) seraya membeberkan untuk satu motor diminta Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu rupiah.

Hujan yang terus mengguyur tak menjadi alasan untuk berhenti melanjutkan pengerjaan pengecoran dilokasi longsor. Saat ini kata Zulkarnain, PPK, Pelaksanaan Jala Nasional BT Lahat-Simpang Air Dingin- Pagaalam mengatakan, baru melakukan persiapan pengecoran lantai, lalu dipasang box Culvert.

"Sejak hari minggu kemarin kita sudah mulai bekerja, kalau cuaca hujan terus bisa mencapai sekitar dua minggu," sampainya.

Saat ini baru persiapan pengecoran lantai, lalu dipasang box culvert. Kita berupaya agar cepat selesai,”kata Zulkarnain PPK09, pelaksanaan jalan nasional BT Kota Lahat-Simpang Air Dingin-Pagaralam. 
 

Reporter : Ferry Andhika Editor : M.Rohali 83