Berita :: GLOBALPLANET.news

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Musi Banyuasin (Muba) menggelar sosialisasi tata cara pindah pilih antar Dapil (daerah pemilihan) bagi petugas rumah sakit umum daerah (RSUD) Sekayu untuk Pemilu 17 April 2019 mendatang. (Foto: Ist)

06 Februari 2019 16:55:29 WIB

MUBA, GLOBALPLANET - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Musi Banyuasin (Muba) menggelar sosialisasi tata cara pindah pilih antar Dapil (daerah pemilihan) bagi petugas rumah sakit umum daerah (RSUD) Sekayu untuk Pemilu 17 April 2019 mendatang.

Komisioner KPU Muba Divisi Sosialisasi, Maryani mengatakan, bagi pemilih dengan beberapa kategori bisa mengajukan pindah pilih dengan masuk di kategori Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb).

Hal itu, kata dia, telah diatur dalam UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Peraturan KPU No 37 tahun 2018 tentang perubahan atas Peraturan KPU No 11 tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih didalam Negeri dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum.

"Pindah pilih bisa dilaksanakan sejak Agustus silam hingga 17 Maret 2019 mendatang atau sebulan sebelum penyelenggaraan Pemilu (17 April 2019)," ujar Maryani.

Lebih lanjut dia mengatakan, ada beberapa kriteria yang diperbolehkan pindah pilih di antaranya adalah karena sedang menjalankan tugas, menjalani rawat inap, menjalani rehabilitasi narkoba, hingga menjadi tahanan atau terpidana yang menjalani hukuman kurungan.

"Termasuk, tugas belajar, pindah domisili, bencana alam, serta bekerja di luar domisi," jelas dia.

Sementara, Komisioner KPUD Muba Divisi Hukum Yupizer menerangkan hak suara yang diberikan kepada peserta pindah pilih punbervariasi menyesuaikan dengan kriteria pindah pilihnya.

Misalnya, untuk pindah pilih antar kecamatan dalam satu dapil di dalam satu kota/kabupaten maka akan tetap dapat memilih lima tingkatan (DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Tingkat Provinsi, DPR RI, DPD, dan Pilpres).

"Namun, kalau sampai pindah antar kabupaten misalnya dari Palembang ke Sekayu maka hanya bisa mencoblos DPD dan Presiden/Wapres, DPR RI Pun kalau sampai pindah ke provinsi lain, maka hanya bisa mencoblos Presiden/Wapres saja," beber dia.

Adapun mekanisme pengajuan pindah pilih tersebut dapat dilakukan dengan mengajukan permohonan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat desa atau kelurahan. Serta, Komisi Pemilihan Umum kabupaten/kota setempat.

"Bisa ke PPS atau KPU Kota/Kabupaten asal atau tujuan. Bisa salah satu, tidak harus keduanya. Misalnya, seorang pemilih ingin pindah pilih dari Pacitan ke Surabaya. Maka, tinggal datang ke KPU Kota atau ke PPS yang ada di Surabaya untuk mengajukan pindah pilih," terangnya lagi.

Pemilih yang mengajukan permohonan tersebut menunjukkan KTP Elektronik. "Selanjutnya, petugas akan meneliti dan mengecek pemilih yang bersangkutan pada softfile DPT. Lalu petugas akan memberikan formulir A5," tandas dia.

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : M.Rohali 227