Berita :: GLOBALPLANET.news

Ketua MA Hatta Ali dalam kunjungan ke PN Palembang, Jumat (8/2/2018). (Foto: Rio Siregar

08 Februari 2019 19:46:22 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Sembilan orang komplotan bandar narkoba 9 Kg, Letto cs baru saja divonis mati oleh PN Palembang. Ketua Mahkamah Agung (MA), Hatta Ali turut mengapresiasi serta menyebut sebagai kasus prioritas.

"Sebenarnya itu merupakan kewenangan pengadilan dan kewenangan para hakim. Kita tidak boleh mengintervensi masalah hukumnya, kalau bukti cukup ya terserah hakim kan," ujar Hatta Ali saat kunjungan ke PT Palembang, Jumat (8/2/2019).

Untuk kasus narkoba jaringan Letto cs, Hatta menilai memang barang buktinya cukup besar. Termasuk aset-aset para bandar yang berhasil diamankan polisi dari hasil transaksi barang haram sabu.

"Saya lihat barang buktinya ini memang cukup banyak. Untuk kasus narkoba ini perlu diberikan ganjaran keras, kanapa? karena ini merusak tatanan bangsa kita. Apalagi generasi muda, jadi perlu diberi pelajaran," katanya. 

"Narkoba ini atensi khusus dan harus di prioritaskan dalam persidangannya. Ini adalah perkara yang harus jadi prioritas selain kasus korupsi," tutupnya.

Secara terpisah, Ketua PN Palembang Bongbongan Silaban mengatakan dari putusan itu PN Palembang komitmen pada pemberantasan korupsi. Bahkan PN Palembang kini mendapat kiriman bunga dari masyarakat.

"Putusan hakim lebih berat dari tuntutan JPU. Itu sesuai bukti di persidangan dan kalau pun ada pro kontra biasa saja, tapi hari ini kami mendapat banyak karangan bunga dari masyarakat," kata Silaban.

Untuk diketahui, sembilan bandar sabu asal Surabaya, Jawa Timur, Letto cs, divonis hukuman mati oleh hakim PN Palembang. Majelis menilai Letto cs terbukti sebagai bandar narkoba 9 kg lintas provinsi.

Sidang kesembilan bandar digelar di PN Palembang, Kamis (7/2/2019). Sidang dipimpin oleh tiga hakim, Efrata Tarigan, Ahmad Suhel, dan Yunus yang digelar secara bergantian mengingat berkas putusan dibacakan terpisah selama 6,5 jam mulai pukul 15.30 WIB sampai 21.00 WIB.

Selain sabu 9 Kg lebih, dari jaringan ini turut diamankan 8 unit mobil dan 6 unit sepeda motor kawasaki Ninja 250 cc, KLX dan buku rekening total mencapai Rp 5 miliar lebih. Untuk aset sendiri, kini sedang dalam proses sidang TPPU.

Reporter : Rio Siregar Editor : Zul Mulkan 152