Berita :: GLOBALPLANET.news

Walikota Prabumulih, Ir H. Ridho Yahya saat diwawancara awak media. (Foto: Hardoko Susanto)

11 Februari 2019 16:23:00 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET - Walikota (Wako) Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM berharap dengan peringakatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini dapat jadi momentum agar pers selaku mitra pemerintah selalu bersinergi mendukung program pemerintah kota (Pemkot) Prabumulih.

Ridho berharap, khususnya awak media di Kota Nanas ini pemberitaan yang dihasilkan sebagai karya jurnalitiknya, semakin objektif.

"Dalam pemberitaannya lebih objektif lagi, jangan diberitakan kalau tidak ada konfirmasinya," pesan adik Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya ini saat dibincangi GLOBALPLANET, Senin (11/2/2019).

Ia pun tak lupa mengajak seluruh insan media untuk bersinergi dengannya, khususnya hal positif karena akan berdampak pada program pembangunan.

"Berikan kritik dan saran membangun dengan baik, apalagi selama ini kita selalu berbuat untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat kota ini," tandasnya.

Sedangkan, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Mulwadi mengatakan, peringatan HPN ini harus dimaknai awak media di kota ini dengan bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

"Selaku wartawan yang merupakan bagian dari pembangunan, bagian dari kontrol sosial demi kemajuan daerah dan sebagai pahlawan menyebarkan informasi hendaknya bekerja dengan profesional serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam bertugas," ungkap Kemong sapaan akrabnya.

Kemong mengatakan, di zaman yang serba modern dan digital sekarang ini peran media diharapkan dapat mencerdaskan anak bangsa serta menyebarkan informasi yang benar, nyata serta tidak mengada-ada.

"Sudah tidak zamannya lagi membuat berita asal tembak atau asal tulis tanpa ada kebenaran serta sumber yang jelas, bahasanya nembak pucuk kudo. Produk media yang dihasilkan harus sesuai fakta dan kebenaran," katanya.

Lanjutnya, menuturkan, pihaknya selaku organisasi membawahi media di kota Prabumulih juga mengutuk wartawan yang gemar menyebar berita Hoaks.

"Hoaks dengan tujuan apapun tidak dibenarkan dan wartawan sendiri bisa terkena pidana. Wartawan harus mengerti Undang-undang Pers, Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), jangan sampai asal berita lalu terjerat pidana," jelasnya.

Tidak hanya itu Kemong meminta wartawan di kota Prabumulih baik baru dan lama agar meliput jangan lagi memaksa maupun menekan narasumber. "Kami sudah berulang kali menghimbau dan memohon agar bekerja dengan baik tidak memaksa apalagi menekan narasumber, jika masih saja terjadi kami selaku organisasi PWI tidak akan melakukan pembelaan karena jelas itu salah," tegasnya.

Mulwadi juga meminta, seluruh masyarakat, mulai dari pejabat, instansi, camat dan lurah agar mengontrol kinerja wartawan. "Jika ada yang menyalahi khususnya masalah kode etik maka kami minta agar dilaporkan ke kami, namun jika menyangkut pelanggaran pidana silahkan laporkan ke pihak kepolisian, tidak hanya ketika di kota Prabumulih namun juga jika meliput ke luar daerah," pintanya.

Reporter : Hardoko Susanto Editor : M.Rohali 183