Berita :: GLOBALPLANET.news

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan kampanye Payo Naik LRT, di Stasiun LRT Palembang Icon, Senin (11/2/2019) malam. (Foto: Adi Kurniawan)

11 Februari 2019 21:10:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sejauh ini Light Rail Transit (LRT) masih disubsidi oleh pemerintah pusat, tetapi subsidi tersebut bisa saja sewaktu-waktu dicabut.

"Pada intinya LRT merupakan angkutan masal. Kalau bicara angkutan masal maka di seluruh dunia mana pun semuanya di subsidi. Contoh, di Jakarta disubsidi kurang lebih 1,2 triliun, sehingga masyarakat bisa menikmati angkutan masal tersebut dengan murah," katanya, usai melakukan kampanye Payo Naik LRT, di Stasiun LRT Palembang Icon, Senin (11/2/2019) malam.

Menurut Budi, apabila tidak dikenakan subsidi pada LRT maka masyarakat harus membayar RP15-20 ribu, tetapi permasalahannya masyarakat dipastikan tidak sanggup dengan besaran tersebut oleh sebab itu pemerintah mensubsidinya sehingga masyarakat bisa menikmati tarif Rp5-10 ribu.

"Subsidi yang diberikan kepada LRT ini sewaktu-waktu tidak di subsidi lagi, atau dicabut. Seperti contoh, Jakarta sudah sekian lama masih belum mampu lepas dari subsidi. Jadi tetap di subsidi, contoh lain di Singapura sudah puluhan tahun masih di subsidi terus," ujarnya.

Budi menambahkan, khusus angkutan masal jangan memikirkan untung rugi. Tetapi dengan adanya LRT, bisa mengurangi kemacetan apalagi ini merupakan pertama kalinya di Indonesia.

"LRT itu perlu disadari bahwa angkutan ini untuk masyarakat yang bersubsidi," tegasnya.

Sementara itu Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, terkait LRT di subsidi maka dirinya berharap kepada masyarakat jangan takut akan subsidi LRT dicabut. Oleh sebab itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat di Sumsel ini agar beramai-ramai untuk naik LRT. Disamping itu juga menjadikan LRT sebagai kebutuhan bukan saja kebanggaan naik LRT.

"Marilah sama-sama kita naik LRT, saya juga sudah mewajibkan para ASN di lingkungan Pemprov Sumsel untuk naik LRT. Karena kita dulu harus memulainya, jangan para pelancong yang naik duluan," tegasnya.

Reporter : Adi Kurniawan Editor : M.Rohali 229