Berita :: GLOBALPLANET.news

Maulana (32) saat sedang di periksa penyidik Unit Ranmor Polresta Palembang. (Foto: Rio Siregar)

12 Februari 2019 18:09:04 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Dua bulan menjadi buronan anggota kepolisian, Maulana (32), salah satu dari tiga pelaku pencurian rumah kosong, berhasil diringkus anggota kepolisian unit Ranmor Satreskrim Polresta Palembang.

Pelaku dibekuk saat tertidur pulas di rumahnya di jalan Sekanak, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, pada Senin (11/2/2019) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dengan barang bukti satu unit Kipas angin dari sisa hasil Pencuriannya, Maulana langsung digelandang ke Mapolresta Palembang, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Ketika ditemui diruang unit Ranmor Satreskrim Polresta Palembang, menurut pengakuan Maulana, ia melakukan aksi Pencurian di kosan kawasan 23 Ilir tersebut, bersama dua temannya yang masih dalam pencarian petugas.

Dimana dalam aksi yang dilakukannya pada Desember 2018 lalu ini, ia bertugas sebagai eksekusi masuk kerumah korbannya dan mencuri satu unit Handphone, serta kipas angin dan celengan yang berisi uang sebesar Rp 60 ribu. Sedangkan dua temannya bertugas menjaga situasi diluar rumah korbannya.

"Hp saya jual Rp 50 ribu, di pasar 16 Ilir. Teman saya, cuma saya kasih rokok," ungkap pria yang berprofesi sebagai tukang parkir di kawasan Masjid Agung Palembang ini.

Diakui ayah dengan enam orang anak ini, ia melakukan aksi Pencurian lantaran tidak mempunyai uang untuk membeli jajanan anak.

"Baru inilah saya mencuri pak, itu karena terpaksa oleh anak mau jajan, dan saya tidak mempunyai uang. Awalnya saya tidak ada niat untuk mencuri, tapi melihat rumah korban terbuka, jadi khilaf," jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara SIK, melalui Kasubag Humas AKP Andi Haryadi, membenarkan telah diamannya satu pelaku Pencurian rumah kosong.

"Saat ini pelaku sedang dilakukan pemeriksaan unit Ranmor. Barang buktinya ada satu unit kipas angin. Atas ulahnya, pelaku terancam pasal 363 KUHP, dengan pidana 5 tahun penjara," ujarnya saat di konfirmasi Globalplanet via telepon Selasa (12/02/2019).

Reporter : Rio Siregar Editor : M.Rohali 191